TANJUNG SELOR – Pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kaltara, telah diusulkan ke Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Direncanakan, tahun depan segala proses dan kesediaan lahan sudah bisa rampung.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara H Saifi mengakui, tahapan itu sudah pengajuan proposal. Akan tetapi, untuk bisa mendirikan IAIN tersebut, minimal harus ada empat fakultas. Seperti, Fakultas Ekonomi, Syariah, Pendidikan dan Dakwah, dengan dibagi ke beberapa jurusan.
“Dirjen Pendis menyampaikan bisa saja didirikan. Tapi dimulai dari STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) lebih dulu. Minimal ada satu fakultas dan lebih dari satu jurusan,” terang Saifi, kemarin (14/6).
Mengenai lahan untuk pembangunan IAIN, dibutuhkan seluas 30 hektare (Ha). Namun, setelah dievaluasi lahan yang dimiliki saat ini hanya 5 ha. Lahan yang ada saat ini, dengan satu fakultas dan beberapa jurusan masih bisa terlaksana. Menurut Saifi, pendirian IAIN tentu tidak seperti Kemenag. Pasalnya, ada satuan kerja baru, yang nantinya diusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Tapi kita optimis, perguruan tinggi Islam akan berdiri tinggal menunggu waktu saja. Kita targetkan tahun 2023, sudah ada persetujuan meskipun untuk bangunan belum. Karena menunggu kesiapan secara matang, baik menyangkut lahan maupun anggaran,” bebernya.
Fakultas yang bakal dibuka lebih awal, rencananya Fakultas Tarbiyah untuk pendidikan agama Islam. Disusul kemudian jurusan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Pengantar Hukum Indonesia (PHI) dan Madrasah, minimal satu fakultas tiga jurusan.
Terpisah, Bupati Bulungan Syarwani menambahkan, usulan itu sudah disampaikan oleh Kanwil Kemenag Kaltara. Rencana pembangunan IAIN standar kebutuhan lahan minimal 30 ha. Jika STAIN mungkin kurang dari itu. Karena untuk mendirikan IAIN melewati tahapan dan proses.
“Konsekuensi dari pembangunan tentu berbicara lahan. Melalui Kemenag RI kita minta dukungan,” ujarnya. Syarwani berharap, ada progres menuju pembangunan STAIN itu. Termasuk ada penyiapan sumber daya manusia (SDM). (kn-2)


