TARAKAN – Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang turut prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di wilayah Beringin IV, Jalan Yos Sudarso RT 01, Kelurahan Selumit Pantai Tarakan Tengah. Sebab, musibah kebakaran serupa juga terjadi belum lama ini di Jalan Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat.
“Sekarang ini kebakaran di pinggir pantai juga. Otomatis kami sangat prihatin atas kejadian,” ujar Zainal usai mengunjungi posko darurat kebakaran, Selasa (8/8).
Pihaknya juga sudah memberikan bantuan sebanyak Rp 1,5 miliar kepada korban kebakaran. Prioritasnya diberikan kepada pemilik bangunan sebesar Rp 10 juta. Selain uang tunai, pihaknya juga memberikan sembako dan perlengkapan bayi.
Ia mengimbau, warga yang ingin membangun kembali rumahnya, agar memberi akses jalan. Tujuannya untuk memudahkan pengendara dan pejalan kaki. Ketersediaan kayu untuk membangun rumah, pihaknya siap menyediakan.
“Sehingga akses pemadam juga sudah ada. Harusnya dihidupkan kembali pos pemadam. Bisa juga dimanfaatkan pipa PDAM dan dipasangi hidran. Manakala terjadi kebakaran, tinggal kita membuka hidran untuk menyemprot. Jadi tidak usah menunggu air laut pasang surut,” tegasnya.
Ia mengimbau warga untuk terus berhati-hati, dalam menyambung kabel instalasi listrik. Sebelum meninggalkan rumah, warga diharap memastikan tidak ada aktivitas memasak di dapur.
“Memang namanya musibah, manusia tidak ada yang tahu. Ini semua cobaan dari Tuhan. InshaAllah kita bisa melalui ini semua dan bangkit kembali. Untuk membangun kembali tempat tinggal,” tuturnya.
Sementara itu, korban jiwa kebakaran di wilayah Beringin IV, Kelurahan Selumit Pantai bertambah per Selasa, 8 Agustus 2023 pukul 10.42 Wita. Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan menyebut data korban jiwa sebanyak 418 jiwa, kini bertambah sebanyak 577 jiwa.
“Saat ini tercatat 114 jiwa yang mengungsi di posko. Sementara untuk lainnya tinggal bersama keluarganya. Namun, untuk kebutuhan lain seperti konsumsi tetap disediakan di posko darurat. Jadi yang tinggal bersama keluarga tetap mengambil konsumsi yang disediakan Baznas di posko. Kalau itu tetap kami sediakan,” jelas Kepala BPBD Tarakan, Yonsep.
BPBD Tarakan juga mencatat pemilik bangunan sebanyak 68 jiwa, penyewa 76 jiwa dan penumpang 36 jiwa. Yonsep menyebut kondisi bangunan yang terdata pun mengalami kerusakan yang berat dan rata dengan tanah. “Ada yang rusak nanti dibongkar dan akan kami masukkan sebagai pemilik bangunan,” ungkapnya.
Disinggung terkait kebutuhan para pengungsi juga telah terpenuhi. Diantaranya, kebutuhan pakaian dan peralatan bayi maupun balita. Seperti ayunan dan peralatan lain seperti kipas angin juga sudah terpenuhi. “Untuk pakaian dan makanan juga terpenuhi. Malah berlebih juga,” tegasnya. (kn-2)


