Tuesday, 21 April, 2026

Pendidikan Vokasi Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris Diprioritaskan asal Tanah Kuning-Mangkupadi

TANJUNG SELOR – Pendidikan vokasi Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris bisa dimulai September mendatang, dengan target dua kelas bisa menapung 80 orang. Namun hanya diperuntukkan masyarakat local, yang ingin menambah kemampuan berbahasa.

Pendidikan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal. Dalam menyambut operasionalisasi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), yang tengah dibangun di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Rencana pelaksanaan pendidikan vokasi bahasa, diinisiasi Pemkab Bulungan dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves). Termasuk bekerjasama dengan Universitas Kristen Maranatha, Jawa Barat sebagai penyelenggara pendidikan.

“Kami menjalin komunikasi intens dengan Universitas Maranatha dan Menko Marves. Dalam target penyusunan, sampai pada eksekusi tahapan dan penyusunan kurikulum,” terang Bupati Bulungan Syarwani, Kamis lalu (7/4).

Sekolah vokasi bahasa ini, kata Syarwani, akan diprioritaskan untuk pelajar asal Tanah Kuning-Mangkupadi. Sebagai bentuk dukungan peningkatan SDM kepada masyarakat lokal. Karena jika tidak dipersiapkan sejak sekarang. Tidak akan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang akan masuk di KIHI.

Selain pendidikan vokasi bahasa, pemkab berencana membangun politeknik industri dan Balai Latihan Kerja (BLK). Untuk membentuk SDM lokal yang terampil dan berkualitas sesuai kebutuhan dunia kerja. “Masyarakat lokal harus menjadi bagian yang bisa hadir dan aktif, dalam pelaksanaan pembangunan di KIHI,” harapnya.

Konsorsium proyek industri KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi digadang-gadang, akan membuka lapangan kerja secara masif. Untuk pengerjaan konstruksi kawasan, diperkirakan membutuhkan 100 ribu tenaga kerja. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru