Friday, 17 April, 2026

Speedboat Ludes Terbakar Usai Pengisian BBM

TARAKAN – Speedboat milik Iwan terbakar saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di  Jalan Jembatan Bongkok RT 32, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat sekitar pukul 20.00 Wita, Kamis (7/4).

Pemilik speedboat Muhammad Sabir (25), mendapat luka bakar ringan di bagian tangan. Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Polairud Iptu Jamzani mengakui, awalnya mendapat informasi dari masyarakat adanya speedboat yang terbakar. Sesampainya di TKP, pihaknya sudah melihat warga memadamkan api. Dengan menggunakan air laut.

“Nama speedboat fire ghost. Namun api berhasil dipadamkan selama sejam oleh warga sekitar. Dengan menyedot air laut,” tuturnya, Jumat (8/4).

Awalnya korban yang merupakan motoris sedang mengisi BBM speedboat. Namun tangki BBM diisi hingga tumpah ke bagian lantai speedboat. Kemudian, muncul percikan api dari aki. Sehingga menyambar BBM yang sudah tergenang.

“Saat itu juga muncul kobaran api. Korban yang melihat adanya api, langsung melompat ke laut. Karena bahan fiber, jadi speedboat ini mudah terbakar,” ungkapnya.

Korban sempat mendapat penanganan di rumah sakit. Akibat tangan kanan dan kiri yang terbakar. Hasil visum sudah diserahkan ke Polairud Polres Tarakan dan korban diperbolehkan pulang. “Speedboat ini biasa digunakan untuk melaut dan memancing ikan. Korban sudah dimintai keterangan juga,” tegasnya.

Saat dilakukan pemadaman api, speedboat sempat diarahkan menjauh dari rumah warga. Namun speedboat beserta mesin 200 PK yang sudah terbakar, turut tenggelam di perairan sekitar wilayah Perikanan.

Dari hasil pemeriksaan, pihaknya tidak menemukan adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Saksi yang dimintai keterangan pun menyatakan hal yang sama. Pemilik speedboat tidak keberatan. “Speedboat sudah tenggelam dan diikhlaskan pemilik,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, Jamzani mengimbau kepada motoris maupun pemilik speedboat agar memperhatikan keamanan. Apalagi saat mengisi BBM jenis Premium atau Pertalite ke tangki speedboat. Sebab BBM sangat mudah menyambar percikan api. “Tapi kalau safety sudah dijalankan. Tak terjadi kebakaran. Karena diabaikan dan lalai, hal yang kecil pasti akan jadi masalah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembelian BBM kepada nelayan sudah diatur oleh Dinas Perhubungan. Untuk mendapat rekomendasi pembelian BBM bagi nelayan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru