Monday, 20 April, 2026

Pengembangan Budidaya Kopi dan Kakao Dimiliki 4 Kecamatan di Bulungan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, terkait rencana pengembangan kopi dan kakao di Bulungan, beberapa waktu lalu.

Kerja sama yang dibangun tersebut sejalan dengan rencana pemkab untuk mengembangkan produk pangan. Menurut Bupati Bulungan Syarwani, pengembangan produk itu sangat dimungkinkan diterapkan di Bulungan. Dalam MoU tersebut, pemkab telah membeli sekitar 50 ribu bibit cokelat dan kopi.

Nantinya akan disalurkan kepada para kelompok tani di Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas hingga Kecamatan Tanjung Palas Barat. Termasuk di Kecamatan Peso dan Peso Hilir. Secara pemetaan, empat kecamatan tersebut berpotensi untuk mengembangkan kopi dan kakao.

“Kita harapkan itu menjadi bagian dalam upaya pencapaian 15 program prioritas pemerintah daerah,” jelas Syarwani, belum lama ini.

Program prioritas diantaranya, menghadirkan mitra Bulungan berdaulat, komando strategi pengembangan pertanian, Mandau Tani, dan satu desa satu produk. Sesuai kajian bersama dengan Dinas Pertanian Bulungan, dipastikan pengembangan kakao dan kopi lebih arah ke hulu.

Lahan yang sudah disiapkan pemkab, untuk mengembangkan budidaya kopi dan kakao sekitar 50 hektare. Bahkan, pemkab berencana mencarikan solusi Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Agar dapat berdampingan antara pengelola kawasan hutan, melalui konsensi kehutanan yang dikuasai.

“Kita mendorong untuk pengembangan kopi dan kako dengan melibatkan perangkat desa dan Bumdes,” imbuhnya.

Jadi, masyarakat harus berperan aktif di dalamnya. Dengan harapan pengembangan nanti bukan hanya dari sisi hulu saja. Tetapi minimal bahan baku atau setengah jadinya bisa dihasilkan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru