TANJUNG SELOR – Pengerjaan pembangunan yang mana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2022, menyisakan waktu sepekan lagi.
Untuk mencairkan atau merealisasikan APBD 2022 tersebut, pembangunan harus terselesaikan. “Harus diperhatikan, apakah penyelenggaraan secara administrasi sudah sesuai. Apakah kualitas pekerjaan sudah sesuai. Jika sudah semua, maka pembayaran bisa dilakukan,” terang Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan, beberapa waktu lalu.
Yansen mengharapkan, dari tahun ke tahun bisa maksimal. Bahkan ada peningkatan dalam realisasi pembangunan. Fisik secara administrasi dan kualitas harus bagus. “Jangan sampai keuangan bagus, namun kualitas fisik tidak bagus,” tegasnya.
Untuk memacu itu, ia sudah mengingatkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar memantau seluruh kegiatan pembangunan. Bahkan pihaknya sudah melakukan evaluasi dan penegasan.
“Jika tidak berjalan, apa yang menjadi penegasan harus ada risiko yang ditanggung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto mengatakan, realisasi akan dioptimalkan. Sebab seperti tahun-tahun sebelumnya, realisasi di akhir tahun akan meningkat. Apalagi, yang memiliki program kegiatan adalah OPD.
“Kami hanya mengurus pencairan keuangan. Artinya, OPD harusnya sudah memperhatikan triwulan dan semester yang ada. Itu menjadi target dalam pelaksanaan realisasi APBD. Itu juga menjadi target terselesaikannya pembangunan fisik,” singkatnya. (kn-2)


