Monday, 22 June, 2026

Penipuan Berkedok Investasi Bodong Terungkap

TARAKAN – Penipuan berkedok investasi diduga merugikan puluhan korban. Jumlah kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, dengan modus tanam modal untuk mendapatkan keuntungan dalam 2-5 hari setelah investasi.

Salah seorang korban berinisial MR mengaku, awalnya tergiur investasi ini saat melihat tawaran di Instagram. Pelaku berinisial WAS diketahui awalnya melakukan promosi tawaran investasi melalui akun media social (Medsos). Kemudian korban ikut serta dan tergabung dalam grup medsos investasi tersebut.

“Saya percaya saja, kan yang repost dari orang yang banyak followersnya. Pertama kali saya transfer pada 2 Desember, keuntungannya saja saya ambil. Kedua kalinya transfer, cuma keuntungannya lambat,” ucapnya, Senin (12/12).

Lebih lanjut, kata MR, pelaku yang berusia 23 tahun itu menawarkan slot investasi per hari. Artinya, transfer uang ke rekening WAS Rp 200 ribu. Maka lima hari kemudian uang jadi Rp 350 ribu. Kemudian Rp 500 ribu keuntungan jadi Rp 1 juta per lima hari.

Modus lainnya, pelaku menawarkan open slot transfer satu hari dengan pencarian lebih cepat. Namun slot lebih sedikit. Misalnya, hanya diberikan waktu sehari, transfer Rp 200 ribu. Maka keesokan harinya jadi bertambah Rp 100 ribu. Keterangan WAS, investasi dalam bentuk peminjaman uang ke orang lain yang disebutnya nasabah dengan sistem bunga.

Modalnya dari para member dan keuntungan berdasarkan bunga peminjam. Setelah beberapa lama investasi berjalan, member yang hendak menarik modal dan keuntungan dipersulit dengan berbagai alasan.

“Saya baru ikut di awal Desember. Kalau teman yang lain ada yang ikut sudah lama. Sebagian ada yang pernah dapat keuntungan. Tapi ada juga yang sama sekali belum pernah untung. Kerugian saya Rp 2,2 juta. Ada juga yang kerugiannya sampai puluhan juta. Dalam satu grup WhatsApp itu aja ada sekitar 90 orang. Dengan jumlah investasi jutaan per orang,” sebutnya.

MR bersama member lainnya mulai mencurigai pelaku, setelah ada beberapa member yang mengeluhkan pembayaran keuntungan tidak diberikan. Bahkan foto-foto WAS di medsos juga dihapus.

“Perwakilan kami yang kerugiannya puluhan juta yang laporkan resmi. Kami sempat ke rumahnya di Juata Laut, tapi tak ada. Di Jalan Seroja Karang Anyar juga tidak ada. Kalau saya maunya diproses pidana saja, soalnya takutnya ada korban lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi mengatakan, sudah melakukan penyelidikan awal yang menjadi pelaku dan modusnya.

“Pelaku saat ini kami lakukan pengejaran, ternyata yang berinisial WAS ini menyerahkan diri tadi siang (kemarin, Red). Saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Tarakan,” ungkapnya.

Pihaknya masih menindaklanjuti satu laporan dugaan penipuan bermodus investasi bodong, yang dilakukan WAS. Namun, korban lainnya bisa juga melaporkan dengan meminta konfirmasi ke Polres Tarakan.

“Nanti kami sertakan, diperiksa sebagai saksi atau mau melaporkan dengan membawa dokumen pendukung. Untuk mencocokkan kerugian mereka,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru