Sunday, 21 June, 2026

Penyelenggara Arus Mudik Lebaran Wajib Lengkapi Fasilitas

TARAKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kaltara akan melakukan pemantauan terhadap penyelenggaran pelayanan selama arus mudik Lebaran.

Indikator pemantauan yakni ketersediaan petugas, pengaduan informasi, fasilitas keamanan, ketersediaan alat P3K, ketersediaan CCTV, toilet, ruang tunggu, tempat ibadah dan tempat penjualan tiket.

“Tentu masyarakat berharap kenyamanan atau hal-hal yang sesuai peraturan perundang-undangan. Ketika masyarakat tidak mendapat pelayanan itu, seharusnya disiapkan ruangan pengaduan,” ujar Kepala Ombudsman Perwakilan Kaltara Maria Ulfah, Minggu (26/3).

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memantau petugas keamanan yang bertugas di pelabuhan maupun bandara. Tak kalah penting, penyelenggara angkutan Lebaran harus juga memperhatikan pengguna transportasi yang rentan, penyandang disabilitas dan ruangan laktasi. “Tentu arus mudik ini ada masyarakat selaku pengguna layanan. Karena kan orang pulang bawa anak dan keluarganya,” tegasnya.

Tempat parkir juga disoroti Ombudsman. Sebab diperkirakan akan ada lonjakan penumpang di bandara maupun pelabuhan. Bagasi barang bawaan penumpang diwajibkan harus tersedia.

Jika nantinya ditemukan fasilitas yang kurang dalam pelayanan, pihaknya menginventarisir terlebih dahulu keluhan tersebut. Setelah itu, menyampaikan kepada penyelenggara angkutan Lebaran untuk segera melengkapi dan harus dipenuhi.

“Pengalaman sebelumnya biasa masalah klasik soal anggaran. Kami meminta agar di tahun berikutnya tidak berulang. Namun hal-hal yang sifatnya segera, harapannya bias dipenuhi. Apalagi berkaitan dengan keselamatan penumpang,” ungkapnya.

Pihaknya, sejauh ini sudah mengingatkan ke pihak Bandara Internasional Juwata Tarakan untuk selalu mengondisikan fasilitas dengan jumlah penumpang. Terlebih memberitahukan kepada maskapai penerbangan, untuk meningkatkan fasilitas jika ada lonjakan penumpang.

Misalnya tahun ini kemungkinan Covid-19 tidak sama lagi perlakuannya seperti tahun sebelumnya. Tentu jumlah penumpang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dari sisi keamanan dan keselamatan penumpang harus lebih ekstra lagi. “Untuk memastikan kondisi di lapangan, kami akan melakukan kunjungan ke sana (bandara,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru