TIDENG PALE – Dalam rapat koordinasi (Rakor) pengawasan intern keuangan dan pembangunan daerah tingkat Provinsi Kaltara, membahas memanfaatkan produk dalam negeri.
Termasuk menggali potensi daerah, terutama di sektor pajak berkaitan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rakor tersebut, Bupati KTT Ibrahim Ali berkesempatan hadir, Selasa (17/5). Berkaitan PAD, menurut Ibrahim, di daerahnya akan memaksimalkan sektor pajak Sarang Burung Walet (SBW).
“Pembicaraannya belum tuntas, karena tak sempat pemaparan. Tapi kalau potensi pajak yang kita miliki saat ini, salah satunya SBW ini,” ujar Bupati KTT.
Hasil produksi SBW melalui Balai Karantina Kelas II Tarakan, pada periode 2019 mencapai 27,39 ton. Untuk tahun 2020, jumlahnya meningkat 34,99 ton. Hasil ini didapatkan dari jumlah SBW yang tersebar di lima kecamatan di KTT.
Sesuai data yang dilaporkan Dinas Pertanian dan kecamatan, jumlah SBW pada 2021 sebanyak 1.391 unit dan tahun ini 1.454 unit. Rinciannya, di Kecamatan Sesayap (358 unit), Sesayap Hilir (681 unit), Betayau (69 unit), Muruk Rian (97 unit) dan Tana Lia 249 unit.
“Hasil produksi terbanyak sarang walet ini dari Kecamatan Sesayap Hilir. Jumlahnya sekitar 4,78 ton,” sebut Bupati. Kedua dari Kecamatan Sesayap, 2,51 ton, Tana Lia (1,75 ton), Muruk Rian (0,68 ton) dan Betayau (0,48 ton).
Pendapatan ini diperkirakan akan mengalami peningkatan sekitar 30 persen. Pada 2019 hasil produksi 8,22 ton dan tahun 2020 mencapai 10 ton. “Produksi SBW Tana Tidung jika estimasi 30 persen, melalui pintu Karantina Kelas II Tarakan, atau mencapai 30,15 ton. Data ini dihimpun sejak Januari 2021 hingga April 2022,” tuturnya. (kn-2)


