TIDENG PALE – Bupati KTT Ibrahim Ali menerima kunjungan dan silaturahmi pengurus dan tokoh adat Ulun Pagun, khususnya di Kecamatan Sesayap Hilir. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati, Kamis (16/6).
Ibrahim mengatakan, silaturahmi membahas beberapa hal penting. Termasuk menyampaikan masukan dan saran kepada pemerintah daerah. Pengurus dan tokoh adat meminta pemda, berkomitmen melestarikan adat istiadat Tidung Ulun Pagun di KTT.
“Insya Allah, kegiatan yang direncanakan sifatnya berlanjut. Adanya kegiatan ini, pokok penting yang diambil, bagaimana melestarikan adat dan dikembangkan pada saat rencana perhelatan Irau KTT Oktober mendatang,” ujar Ibrahim kepada awak media.
Pengurus dan tokoh adat mempertanyakan pemda, terkait rencana pembangunan beberapa balai adat. Apalagi sudah terkonsep di rencana kerja pemda tahun 2022-2024. “Kita berencana membangun dua balai adat. Satu di Kecamatan Sesayap Hilir, dengan nominal anggaran awal sekitar Rp 6 miliar. Mekanisme pembangunan menggunakan skema tahun jamak,” ungkap Ibrahim.
Sedangkan satu balai adat lainnya di Kecamatan Tana Lia. Saat ini sudah dituntaskan mengenai lahan. “Saya pastikan pemda akan berkomitmen soal itu. Saat ini sudah masuk tahapan lelang pengawasan secara fisik,” tutur Ibrahim.
Pemkab berharap penggunaan balai adat ke depannya, bisa mengembangkan sektor budaya. Sehingga tidak luntur seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) KTT Jafar Sidik menambahkan, pelestarian adat dan budaya menjadi konsep yang tidak terpisahkan dengan dunia pendidikan. Salah satunya memasukan bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan.
Disamping itu, kontestasi dan perhelatan besar lainnya di KTT, terutama pada sektor pendidikan kedepankan adat dan tradisi. “Budaya merupakan warisan leluhur, yang harus dikembangkan, dirawat dan dijaga. Bila perlu dikembangkan sampai di kanca nasional dan internasional,” singkatnya. (kn-2)


