Saturday, 25 April, 2026

Retail Diserbu Warga saat Minyak Goreng Tiba

TANJUNG SELOR – Sejumlah retail Alfamidi di Tanjung Selor terlihat antrean warga, hanya untuk mendapatkan satu liter minyak goreng (Migor).

Salah seorang warga Jumriana mengaku, mendapatkan informasi dari temannya mengenai minyak goreng ini. Meskipun dia rela mengantre untuk membeli minyak goreng tersebut.

“Baru dua hari ini cari minyak goreng. Alhamdulillah dapat,” ucapnya, Minggu (13/3).

Warga masih kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng. Pasalnya, ketika adanya informasi mengenai minyak goreng, membuat masyarakat langsung memadati lokasi penjualan.

“Yang paling ramai di Jalan Semangka. Tadi lewat sudah padat warga. Semoga tidak seperti ini (antre) lagi hanya untuk beli minyak goreng,” harapnya. Sementara itu, Pengelola Alfamidi Jalan H Maskur Tanjung Selor Catur Masanuraga mengatakan, minyak goreng yang datang ada tiga merek. Terdiri dari Freiswell, Kunci Mas dan Filma.

“Hari ini (kemarin, Red) dari jam 11.00 Wita sudah datang. Kita lakukan pemeriksaan dan sortir. Karena ada juga yang dua liter dan satu liter kemasannya. Kemudian pukul 15.00 Wita kita jual,” jelasnya.

Dua hari sekali, minyak goreng akan datang ke Alfamidi. Namun, hal tersebut pun belum bisa dipastikan tepat dua hari atau tidak. Warga pun dibatasi dalam pembelian minyak goreng. Didahulukan kemasan dua liter untuk dijual. Lalu kemasan satu liter.

“Kita juga tidak memperbolehkan anak kecil membeli, harus orangtua. Ditakutkan ada ibunya juga yang membeli,” pesannya.

Di lain pihak, untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng di Bulungan, Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil Perindustrian dan Perdagangan (KUMKPP) menggelar operasi pasar dengan harga terjangkau.

“Iya, operasi pasar telah dilaksanakan di Desa Ardimulyo dan Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara. Semoga operasi pasar ini dapat meredam gejolak panic buying pada masyarakat,” tutur Kepala Dinas KUMKPP Bulungan Zakaria, Jumat (11/3) lalu.

Selain di Kecamatan Tanjung Palas Utara, operasi pasar pun akan dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas Timur dan Tanjung Palas Tengah. Namun, pihaknya masih menunggu stok minyak goreng yang datang.

Bahkan, lanjut Zakaria, juga memantau atau mengawal pendistribusian minyak goreng yang disalurkan oleh distributor. Untuk menghindari agar tidak menimbulkan kericuhan dan kecurangan.

“Kalau ketersedian minyak goreng itu ada aja, namun penyalurannya pelan-pelan. Ini sebagai langkah antisipasi terjadinya kelangkaan, demikian juga masyarakat yang membeli jangan sampai ada yang memborong. Apalagi kalau ada yang menampung pasti akan ditindak tegas oleh aparat keamanan,” tegas Zakaria.

Di samping itu, terkait jatah pendistribusian minyak goreng kepada Bulungan, Zakaria mengatakan, sesuai arahan Bupati Bulungan telah meminta untuk terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Kaltara melalui Disperindagkop-UMKM. Sehingga dapat memastikan jatah distribusi ke Bulungan benar-benar sampai.

“Ketersediaan dan harga minyak goreng patut diwaspadai. Apalagi menjelang bulan Ramadan, perlu sinergi bersama mengambil langkah. Sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ungkapnya.

Zakaria menambahkan, Bupati juga mengarahkan agar pendistribusian minyak goreng diprioritaskan kepada pelaku UMKM. Karena instensitas pemakaian minyak goreng kepada pelaku UMKM tinggi. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru