TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan membahas mengenai rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2023.
RKPD merupakan pembahasan secara rinci sesuai program pemerintah, yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pembahasan RKPD untuk menjaring aspirasi pemangku kepentingan, pada tahap awal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan(Bapeda-Litbang) Bulungan Iwan Sugianta mengatakan, pembahasan ini mengenai program prioritas tahun 2023. Salah satunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan di bidang infrastruktur lainnya.
“Peningkatan SDM menjadi penting. Karena merupakan isu strategis kita. Terkait tenaga teknisi dan rencana pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air),” ungkap Iwan, Rabu (16/3).
Menurut Iwan, jika tidak disiapkan sejak dini seiring masuknya investasi di Bulungan. Maka berpotensi SDM lokal hanya bisa jadi penonton. Hal penting dalam penyusunan RKPD, ketika bisa melaksanakan kegiatan yang sejalan dengan visi-misi dan capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2020.
Berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan dan Rencana Kerja (Renja). Akumulasi program yang ditingkatkan sebanyak 152 program. Tahapan dalam RKPD tahun 2023, pertama dilakukan konsultasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Selanjutnya, dibahas lebih detail dalam forum khusus. Dengan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Baru nanti, kita akan tetapkan dalam RKPD. Masuk dalam RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” ujarnya.
Adapun yang menjadi isu strategis di tahun 2023, seperti pengembangan SDM, sektor ekonomi wilayah, prasarana dasar, kebijakan publik pemerintah dan penegakan hukum, penataan ruang dan lingkungan hidup.
Di bidang infrastruktur, meliputi pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI). Pengembangan energi baru dan terbarukan, kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), serta distribusi air bersih. Nilai pagu rencana kegiatan tersebut memerlukan Rp 1,3 triliun. (kn-2)


