Saturday, 11 April, 2026

Satu Anak Dirujuk ke Makassar

TARAKAN – Satu kasus diduga penyakit Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) ditemukan di RSUD dr H Jusuf SK  Tarakan. Pada kasus ini dibeberkan, ginjal pasien tidak berfungsi dan progresif.

Dokter spesialis anak, dr Franky Sientoro mengatakan, kasus ini dialami anak berusia 2 tahun berjenis kelamin perempuan. Penyakit ini semakin bertambah buruk. Namun penyebab untuk atipikalnya belum diketahui pasti. “Kalau sudah diketahui secara pasti, jalurnya bisa dipotong. Ini yang menjadi persoalan,” tuturnya, Kamis (20/10).

Ia mengungkapkan, penyakit GGAPA ini merupakan kasus kedua. Namun kasus pertama masih sebatas kecurigaan GGA. Karena masih dalam penelitian dan peningkatan kadar serum kreatinin, kadar ureum dan fungsi kadar lever meningkat.

Pasien tersebut kecurigaan untuk gagal ginjal. Namun waktunya sangat singkat dan hanya dirawat selama dua hari. Saat dibawa ke RSUD dr H Jusuf SK, pasien dalam keadaan tidak sadar. Dimasukkan ke ruangan intensif pediatri, masuk ventilator dibantu pernapasan, kategorinya agak berat.

“Namun, nyawanya tidak tertolong . Saat dari Bunyu itu baru suspek atau kecurigaan GGA,” ungkap pria yang juga sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltara ini.

Untuk kasus kedua ini dialami anak balita usia 2 tahun dengan berat 11 kg. Ia mengungkapkan, untuk GGA tidak bisa mengeluarkan air urine alias BAK. Setelah dicek serum creatinine-nya meningkat dan menunjukkan adanya gagal ginjal serta fungsi lever meningkat juga LFT. “Ini kami masih mempelajari dengan riwayat pengobatan,” terangnya.

Indikasi sementara, diduga adanya obat yang diminum dan konsumsi pasien balita tersebut. Dalam arti, ada beberapa obat dalam bentuk sirup, informasinya dikonsumsi anak ini. Saat ini obat-obat ini dikirim untuk diperiksa ke laboratorium khusus untuk penelitian kandungan. Jika dilihat riwayat kesehatannya, hanya mengalami batuk pilek biasa.

Keterangan dari keluarga pasien, membeli obat secara acak di apotek dan Puskesmas. Padahal kandungan tersebut dicurigai ada Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Bahan ini untuk mencampur puyer dan stabilizer puyer serta memberi rasa pada sirup.

“Terjadi kerusakan. Ternyata bahan itu, kalau dimetabolisme lebih jauh, menjadi kristal di ginjal. Kan dikeluarkan lewat ginjal, kristal ini merusak tubulus ginjal dan sel nefron. Sel nefron seperti mangkok dan hasil metabolism berupa bahan tadi itu merusak. Sehingga terjadi kerusakan dari ginjal,” bebernya.

Diketahui pasien balita 2 tahun tersebut mengonsumsi obat sirup dengan tiga jenis dan pihaknya engga menyebutkan merk tersebut. Data ini belum resmi diterbitkan mengandung bahan DEG dan EG. Pasien tersebut rencananya akan dirujuk ke RS Wahidin Makassar pada Jumat (21/10).

Sementara itu, dr Emma Ratna Fury, Sp.A yang turut menangani langsung pasien mengungkapkan, dari riwayat konsumsi obat yang jelas, runut dan progresifnya cukup cepat. Dengan penyebab juga khas ke arah atipikal.

“Karena biasanya anak dengan gagal ginjal, penyebabnya bisa kelihatan. Ada bengkak, sesak, gejala klinis terlihat. Tapi ini anaknya keluhannya ISPA saja. Berobat 4 hari, langsung mengalami perburukan di fungsi ginjal,” jelasnya.

Ia menceritakan, kronologis pasien tersebut masuk ke RSUD dr H Jusuf SK, pada Rabu (19/10) lalu. Anak datang dengan keluhan lemas dan muntah. Sesuai prosedur, anak-anak seperti itu, dilakukan diagnosa awal dehidrasi, loading cairan dan respons tidak bisa buang air kecil (BAK). Setelah diteliti lebih dalam, ternyata anak tersebut sudah tidak BAK selama tiga hari.

Kemudian, dari diagonosa kecurigaan awal hanya dehidrasi dan dilakukan pemeriksaan kesehatan lengkap.

“Dari sana ketahuan ada peningkatan serum creatinine sudah di tahap yang akut. Normal angka serum creatinine itu di bawah satu. Ini nilainya 11,” sebutnya.

Maka penanganan lanjutannya, idealnya dilakukan cuci darah. Namun karena di RSUD dr H Jusuf SK, Unit Hemodialisis (HD) alatnya untuk kapasitas lebih dari 15 kg. Maka direncanakan dirujuk ke RS Wahidin Makassar. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru