Friday, 24 April, 2026

Satu Keluarga Alumni Fakultas Hukum Unair Raih Rekor Muri

Satu keluarga berhasil memecahkan rekor Muri sebagai keluarga pertama peraih gelar doktor ilmu hukum dari perguruan tinggi yang sama. Mereka adalah keluarga pasangan Tandyo Hasan dan Inge Soesanto beserta kedua putra mereka, Michael Hans dan Mitchell Hans.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

TEPAT saat diwisuda sebagai lulusan doktor Fakultas Ilmu Hukum Universitas Airlangga (Unair) pada Sabtu (13/8), Mitchell Hans berhasil menambah deretan piagam Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) di keluarganya. Satu keluarga tersebut dinobatkan sebagai keluarga pertama peraih gelar doktor ilmu hukum dari perguruan tinggi yang sama.

Mereka adalah Dr Tandyo Hasan SH MH MKn, Dr Inge Soesanto SH MKn, serta kedua putra mereka, Dr Michael Hans SH SE MKn LLM CLA CCD dan Dr Mitchell Hans SH MKn LLM CCD.

Piagam rekor Muri tidak hanya diberikan kepada keluarga tersebut, tapi juga fakultas hukum dan Unair sebagai fakultas dan universitas pertama yang meluluskan satu keluarga dari program studi doktor ilmu hukum.

“Ini (penghargaan Muri) bukan kali pertama yang pernah kami terima,” kata Tandyo kepada Jawa Pos saat konferensi pers di Kampus C Unair Jumat (12/8) pekan lalu.

Tandyo mengatakan, sebelumnya keluarganya pernah mendapatkan dua kali penghargaan Muri pada 2009. Yakni, rekor Muri sebagai suami istri yang menempuh S-3 program doktor studi ilmu hukum di Unair secara bersama. Kemudian, rekor Muri sebagai ayah, ibu, dan anak wisuda dalam waktu bersamaan di universitas yang sama.

“Sekarang dengan diwisudanya Mitchell, satu keluarga mendapatkan Muri kali ketiga,” ujarnya.

Tandyo menambahkan, tidak ada paksaan agar seluruh anaknya mengikuti jejak kedua orang tuanya. Mereka memiliki kecintaan sendiri di bidang hukum. Yang terpenting, anak-anaknya memiliki komitmen untuk meraih cita-citanya dan tidak menyia-nyiakan waktu.

“Kami tidak pernah mengarahkan untuk mengambil ilmu hukum saat kuliah. Mereka punya ketertarikan sendiri di bidang itu,” katanya.

Tandyo menyukai bidang hukum karena ketika lulus kuliah bisa segera bekerja. Anak pertamanya, Michael, pun awalnya pernah mengenyam pendidikan ekonomi. Kemudian ikut seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan diterima di ilmu hukum. Keduanya pun dijalani hingga tuntas lulus sarjana.

“Namun, pas ambil gelar doktor, justru memilih bidang hukum,” ujarnya.

Inge menambahkan, dalam mendidik kedua putranya, dirinya lebih fleksibel dan memberikan kebebasan untuk menentukan masa depan sesuai passion. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua putranya justru menyukai bidang hukum.

“Pekerjaan saya dan suami kan juga di bidang hukum. Kalau di rumah, kami komitmen jangan pernah bahas pekerjaan,” kata dia, lantas tertawa.

Kini, kedua putranya mengikuti jejak Tandyo dan Inge. Hal itu menjadi berkah tersendiri. Apalagi bekerja di dunia yang sama. Mereka pun sering memanfaatkan waktu di rumah untuk menambah wawasan dalam menangani kasus.

“Kadang kalau ada kasus, sering mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari keluarga,” ucap Inge.

Dekan Fakultas Hukum Unair Iman Prihandono mengatakan bangga atas prestasi yang dicapai keluarga Tandyo. Apalagi, semangat Tandyo dan istrinya bersedia mengabdikan diri untuk mengajar di FH Unair menjadi teladan bagi mahasiswa. “Selain punya gelar doktor, beliau mengajar di FH Unair,” ujarnya. (*/c7/git/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru