TARAKAN – Satu rumah di Jalan Sei Mahakam RT 9 Nomor 9 Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur terbakar, sekira pukul 15.05 Wita, Selasa (29/3).
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Kasi PMK pada Satpol PP Tarakan Irwan mengatakan, petugas Pranata PMK Mako Kampung 1 bersama Fire Engine Pertamina Tarakan yang pertama tiba di lokasi kejadian.
Petugas langsung melakukan pemadaman dengan tiga arah sasaran pemadaman. Termasuk melakukan blokade untuk pencegahan api menyebar ke rumah yang ada di sebelahnya. Sebanyak 25 personel dibantu petugas dari Pertamina dan Babinsa maupun Babinkamtibmas, turun membantu proses pemadaman.
“Karena rumah ini berada di tengah-tengah pemukiman. Jadi, yang satunya kami tugaskan untuk konsentrasi pemadaman,” jelasnya.
Api berhasil dipadamkan sekitar 25 menit dan selanjutnya melakukan pendinginan hingga overhoull. Kebakaran diduga berawal dari bagian atap rumah. Sehingga proses pemadaman difokuskan bagian atas rumah atau plafon.
“Dindingnya terbuat dari beton dan atapnya kayu. Setelah selesai petugas melakukan pengemasan peralatan, pelaksanaan pemadaman kebakaran dan dapat mengatasi tidak terjadi rambatan api ke rumah penduduk lainnya,” ujarnya.
Menurut kesaksian pemilik rumah, saat kejadian tengah berada dalam kamar mandi. Dari tetangga kemudian berteriak dan mengatakan ada asap hitam tebal di atap, dari arah depan rumah.
Pemilik rumah langsung keluar untuk melihat. Namun api sudah membesar dan langsung mencoba mengungsikan beberapa barang. “Karena asap muncul dari plafon, dugaan sementara ya karena hubungan arus pendek. Tapi, penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib,” ungkapnya.
Ia juga mengeluhkan adanya kendala saat di perjalanan menuju TKP. Dikarenakan melalui akses jalan yang sempit dan berlubang. Masyarakat pun berkerumun di sekitar kejadian, sehingga sempat menghambat mobil masuk dan melakukan pemadaman. “Masyarakat masih belum paham, kalau ada sirine harusnya menepi dan membiarkan kami melintas dengan cepat. Apalagi kendaraan roda dua,” keluhnya.
Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Timur Iptu Gian Evla Tama mengakui, penyebab kebakaran diduga awal karena korsleting listrik. Hal ini dipastikan setelah ada saksi yang mengatakan, api berasal dari plafon bagian ruang tamu rumah.
“Rumah milik Anang Bakri Jauhari. Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp 300 juta. Kami fokus membantu pemadaman api, belum tahu korban mengungsi dimana untuk sementara,” singkatnya. (kn-2)


