TANJUNG SELOR – Perayaan Paskah bagi umat Katolik merupakan momen mengenang kembali peristiwa wafatnya Yesus Kristus. Sebelum perayaan Paskah, diawali dengan tahapan dan perayaan Ekaristi, pada Minggu lalu (10/4).
Umat Katolik di Tanjung Selor merayakan Ekaristi atau yang disebut Minggu Palma. “Dalam gereja Katolik ada yang disebut pekan suci. Pekan suci itu, dimulai dengan peristiwa Yesus masuk ke kota Yerusalem. Disambut sebagai raja, kemudian dirayakan untuk mengawali peringatan selanjutnya dalam sepekan ke depan,” ungkap Uskup Keuskupan Tanjung Selor Monsinyur Paulinus Yan Ola.
Dikatakan Uskup, peristiwa penting yang menjadi dasar dilahirnya gereja dimulai pada Kamis (14/4) nanti. Dengan memperingati peristiwa Yesus mengadakan perjamuan bersama para Rasul.
Bila tidak ada pandemi Covid-19, ada pembasuhan kaki bagi 12 orang. Mewakili para Rasul, yang bertujuan untuk menunjukkan satu simbol pelayanan. Pada Jumat (15/4) nanti tidak ada perayaan Ekaristi. Tetapi perayaan jalan salib, yang biasanya dilakoni dalam bentuk visualisasi. Pada sore harinya, ada penghormatan salib dengan 10 doa yang disebut doa Agung Meriah.
Pada Sabtu (16/4), akan dilanjutkan Vigili Paskah. Perayaan Ekaristi pada malam hari, ada 10 bacaan kitab suci. “Setelahnya, delapan hari berturut-turut tingkatannya sama dengan perayaan Paskah. Jadi, kita tetap merayakanya atau disebut Okta Paskah,” tuturnya. (kn-2)


