TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan tetap rutin lakukan patroli selama Ramadan bersama Satuan Sabhara, dibantu personel dari masing-masing Polsek untuk mengawasi balapan liar.
Alhasil, 11 unit sepeda motor yang diduga melakukan aksi balap liar pun diamankan. Pelanggarannya rata-rata kebut-kebutan di jalan, usai Subuh. Ada juga kendaraan roda empat yang digunakan tidak sesuai peruntukkan. Dengan mengangkut sound system ukuran besar, sehingga over dimensi.
Dikatakan Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana, kendaraan ini ditemukan saat melintas, sopir beralasan mengangkut sound system untuk membangunkan masyarakat sahur. Musik keras yang dibunyikan membangunkan sahur, dianggap tidak sesuai tujuan Ramadan. Sehingga dianggap gangguan dan dilakukan penindakan.
“Kalau balap liar ini 100 persen anak di bawah umur yang kami amankan. Padahal saya sudah sampaikan orangtua jaga anaknya. Pastikan lagi anak ini keluar urusannya dan kegiatannya apa. Belum punya SIM, jangan dikasih kendaraan. Kalau juga mau ibadah, ditemani anaknya, jangan dibiarkan jalan sendiri,” keluhnya.
Modus anak-anak ini, kata Rully, beralasan ke masjid untuk melaksanakan ibadah salat Subuh. Namun, usai dari masjid tidak langsung pulang. Malah lanjut nongkrong. Dari berkumpul dengan teman-teman ini, awalnya nonton berlanjut membawa motornya untuk kebut-kebutan.
Ia berharap peran orangtua turut serta menjaga ketertiban maupun keamanan masyarakat sekitar. Menjaga gangguan keamanan ini bisa melindungi anak-anak dari bahaya petasan dan keselamatan berkendara. Pihaknya ikut mengawasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti menyalakan petasan maupun alat yang bisa menimbulkan bunyi-bunyian.
“Main petasan dan kebut-kebutan itu ada risikonya semua. Paling banyak kendaraan roda dua yang kami amankan di Jalan Yos Sudarso, depan Masjid Al-Maarif. Ini keterbatasan anggota dan sarana. Kalau sudah masuk gang, kami yang pakai mobil, tidak bisa lagi amankan,” tandasnya. (kn-2)


