TANJUNG SELOR – Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) bekerja sama dengan Pemprov Kaltara, membuka program pemagangan dalam negeri tahun ini. Dengan kuota yang disiapkan bagi Kaltara yakni 150 orang.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara Haerumuddin, program ini sudah rutin terlaksana sejak tahun 2018. Melalui program pemagangan, pemerintah berupaya angkatan kerja bisa memiliki keterampilan dan mudah terserap dunia kerja. Sehingga, tingkat pengangguran terbuka di Kaltara dapat menunjukkan tren penurunan.
“Kita di daerah sangat menyambut baik adanya program pusat ini. Program pemagangan memiliki fungsi ganda, yakni peserta bisa belajar dan bekerja,” tutur Haerumuddin, belum lama ini.
Dengan harapan, ada peserta magang yang bisa diserap perusahaan ke depan. Kemudian peserta lainnya bisa memiliki keahlian setelah mengikuti program ini. Peserta magang nantinya akan mendapat insentif dari pemerintah. Ini diharap bisa menjadi tambahan penghasilan bagi mereka.
Ia pun berpesan, agar peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu lebih dalam, khususnya sesuai spesifikasi bidang masing-masing. “Perusahaan juga kalau butuh, bisa manfaatkan yang ada. Tak perlu susah-susah mencari di luar kalau (peserta) yang magang sudah memenuhi kualifikasi,” ungkapnya.
Kuota 150 peserta magang dibagi dalam 15 paket. Setiap paketnya terisi 10 peserta. “Mereka akan mendapat 25 persen teori dan 75 persen praktek kerja,” imbuhnya.
Secara teknis, pihaknya akan bekerja sama dengan perusahaan yang siap menerima peserta magang. Perusahaan diharap sudah memiliki unit pelatihan kerja untuk mendukung kegiatan pemagangan.
Tahap pembukaan pendaftaran akan disampaikan, setelah koordinasi dengan perusahaan rampung. Meminta agar masyarakat yang berminat bisa mempersiapkan diri sejak sekarang.
“Rencana pelaksanaan magangnya setelah Hari Raya, pekan ketiga Mei. Bagi yang minat, persiapkan diri dulu. Karena kalau banyak yang daftar, akan kami seleksi. Harus yang betul-betul mau untuk bisa lolos. Karena jangan di tengah jalan minta berhenti,” pungkasnya. (kn-2)


