TARAKAN – Cuaca panas akibat fenomena El Nino diprediksi masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2023. Kendati, Kalimantan Utara (Kaltara) tak mengenal fenomena El Nino, namun dampak dari fenomena tersebut juga terasa di Kaltara.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan menyebut pada 3 Agustus 2023 lalu, suhu tertinggi ada di Tanjung Selor. Karena itu, kebakaran lahan juga disinyalir menjadi potensi kuat di cuaca panas ini.
“BMKG bersama pemerintah telah melakukan kerja sama. Dalam mengantisipasi munculnya titik hotspot yang dapat berpeluang terhadap kebakaran hutan,” kata Prakirawan, BMKG Tarakan Elok Suci Wulandari, Jumat (11/8).
Kondisi Kaltara beberapa waktu terakhir diketahui cukup kering. Sehingga pihaknya bersama Pemkot Tarakan perlu melakukan mitigasi, dalam mencegah bencana akibat cuaca panas ini.
“Untuk wilayah Kaltara, terkhusus Kota Tarakan karena tidak terpengaruh oleh musim. Maka kemungkinan besar dampak El Nino terhadap wilayah Kaltara juga kurang berpengaruh. Tapi perlu melakukan mitigasi terhadap daerah yang memiliki titik hospot. Dengan meningkatkan kesiapsiagaan yang tinggi, lantaran daerah kita cukup kering beberapa hari ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Yonsep mengatakan, telah melakukan penanganan dan mitigasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini. Namun, ia menilai karhutla terjadi bukan karena cuaca panas, hanya saja kelalaian masyarakat saat membuka lahan.
“Ya saya minta ke masyarakat jangan lagi lah membakar tanpa menjaga,” tegasnya. Sejak Januari hingga Agustus 2023 ini, BPBD Tarakan mencatat ada 19 kejadian karhutla. Karhutla didominasi terjadi di wilayah Kelurahan Pantai Amal dan Juata.
Adapun di Tarakan, merupakan pulau dengan kontur tanah pasir sehingga mudah kering. Namun beruntungnya Tarakan tidak dapat musim hujan dan kemarau.
“Untungnya tidak ada musim. Kalau di Tarakan bermusim pasti akan susah mengatasi karhutla. Ya sebenarnya ini semua bukan kesengajaan. Karena masyarakat itukan salah satu membuka lahan itu membakar. Ya membakar boleh tapi harus dijaga,” pesannya.
Pihaknya pun telah mengeluarkan imbauan masyarakat, ketika membuka lahan dengan cara membakar disarankan untuk menggunakan pompa portable. Guna disiramkan ke sekeliling lahan sebelum dibakar. Diperkirakan siaga terhadap karhutla ini tetap harus dilakukan pihaknya hingga September 2023 mendatang.
“Kalau ada unsur kesengajaan dan membuat kebakaran hutan dalam jumlah yang besar. Kami serahkan ke penegak hukum,” imbuhnya. (kn-2)


