Saturday, 4 April, 2026

Sepeda Motor Nyemplung ke Laut Bersama Pemiliknya

TARAKAN – Kendaraan roda dua milik salah seorang buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Malundung, tercebur ke laut bersama pemiliknya, Senin malam lalu (25/4).

“Pemiliknya itu lupa netralkan persneling sepeda motornya. Jadi ketika di engkol, motornya melaju langsung dan tercebur ke laut. Pengendaranya kurang waspada, tidak cek dulu kendaraannya,” ujar Kepala Pelni Cabang Tarakan Asmar Joni, Selasa (26/4).

Setelah motor tercebur, pengendaranya segera mencari pegangan. Sedangkan sepeda motornya langsung tenggelam. Namun, Asmar memastikan korban tidak mengalami luka atau syok akibat kejadian tersebut dan langsung melanjutkan pekerjaannya.

“Memang buruh ini taruh sepeda motor di pinggir dermaga. Tapi, kondisinya setelah kejadian itu sehat saja dan langsung beraktivitas. Besok (hari ini, Red) mau balik ke kampung,” imbuhnya.

Sementara itu, Manajer Operasional Pelayanan Barang dan Aneka Usaha (PBAU) Pelindo Tarakan Sudir Simanjorang menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, hanya ambulans, mobil operasional, mobil pengangkut sampah saja yang bisa masuk ke dalam area dermaga Pelabuhan Malundung. Selain kendaraan trayek barang berupa truk.

“Selain itu tak diperbolehkan dan sudah lama jadi kesepakatan kami. Sudah prosedurnya juga,” tegasnya.

Saat kejadian, kapal sudah hendak berangkat dan meninggalkan dermaga sekira pukul 22.00 Wita. Petugas Pelindo sudah bersiap untuk pulang. Sehingga, tidak mengetahui sepeda motor sudah masuk ke dalam area dermaga. Jika sejak awal mengetahui ada kendaraan selain yang diizinkan masuk, kemungkinan dari KSOP maupun Pelindo pasti melarang.

“Padahal kami juga sudah siapkan bus. Jadi siapapun yang hendak masuk ke dermaga, menggunakan bus,” imbuhnya.

Fungsi bus ini, lanjut Sudir, agar kendaraan pribadi tidak masuk ke dalam dermaga. Termasuk kendaraan petugas, pengantar dan penjemput harus menunggu di terminal. Namun, di lapangan, masih ada saja masyarakat yang mau diantar ke dalam kapal dan memasukkan kendaraan pribadi.

Biasanya masyarakat membawa masuk kendaraannya saat petugas lengah maupun menggunakan berbagai alasan. Memastikan kenyamanan penumpang, pihaknya sudah melakukan perbaikan fasilitas di terminal. Termasuk menambah sekitar 1.000 kursi di ruang tunggu keberangkatan. “Kalau kami lihat tahun lalu tidak ada nomor kursinya, sekarang sudah ada. Jadi, tidak terlalu terburu-buru naik ke kapal,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru