Thursday, 23 April, 2026

Sesuai BRIN, Kaltara Ternyata Miliki Potensi SDA

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki wilayah untuk menyangga Ibu Kota Negara (IKN). Berdasarkan riset Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kaltara memiliki potensi geopolitik.

Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Puji Hastuti mengatakan, Kaltara termasuk dalam penyangga dan punya potensi wilayah secara geopolitik. Mengingat letaknya sangat strategis karena berbatasan dengan negara Malaysia.

Yang menjadi potensi secara geopolitik berupa sumber daya alam (SDA). Seperti Sungai Kayan, Sungai Sembakung dan Sungai Sesayap. SDA tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru terbarukan hydro energi.

Secara geografis, Kaltara menempati posisi yang strategis karena poros sungainya yang terhubung dengan perairan laut Sulawesi di sebelah timur. Akan tetapi, sungai- sungai yang mengalir di Kaltara, merupakan poros hidup masyarakat.

“Sehingga perlu dipastikan pemanfaatan dan pembangunan sumber energi berbasis air sungai tak memarjinalkan masyarakat yang terikat ruang hidupnya dengan poros sungai,” jelasnya, Selasa (24/5).

Untuk komoditas hasil hutan seperti damar dan gaharu, bisa dikembangkan. Melalui mega proyek Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), dapat melancarkan alur perdagangan komoditas tersebut. Apalagi, sampai saat ini komoditas yang dihasilkan Kaltara berupa tambang emas, batu bara, kelapa sawit, kayu, rumput laut, beras organik dan kopi organik.

Ke depannya, dengan gagasan ekonomi hijau, komoditas yang diperdagangkan akan lebih banyak variasinya. Pada komoditas yang mendukung ekonomi hijau, agar keseimbangan alam Kaltara dapat terjaga.

“Inovasi pengelolaan sumber daya alam di sektor pertanian dan kehutanan dari Kaltara, merupakan hal yang potensial untuk pengembangan Green Job,” ujarnya.

Adapun usulan menarik yang diterima, terkait adanya insentif khusus bagi Kaltara. Sebagai wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah. Sehingga pembagian anggaran dari pusat tidak hanya diukur dari aspek jumlah penduduknya. Melainkan juga kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman spesies yang ada di alam Kaltara.

Pemprov Kaltara diminta, agar terus melaksanakan kegiatan pembangunan ekonomi hijau. Pemanfaatan seperti pertanian organik contohnya ada di Krayan, garam gunung, beras adan, dua produksi asli Kaltara. Ia menilai, peran OPD bergerak pada bidang lingkungan sangat dibutuhkan dalam menciptakan pembangunan industri ekonomi hijau.

“Kami akan memetakan faktor yang terlibat dalam praktek ekonomi hijau di daerah. Untuk kesejahteraan maju dan ekonomi penduduknya,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru