Sunday, 26 April, 2026

Singkirkan 11 Pelajar se Kaltara

TARAKAN – Seorang siswa SMA Hang Tuah Tarakan kembali mewakili Provinsi Kalimantan Utara, untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada 17 Agustus  mendatang.

Siswa yang terpilih bernama Muhammad Rahmad, telah melakukan pelatihan di Jakarta mulai Selasa (1/8) lalu. Sekretaris Panitia Seleksi Paskibraka Tarakan Muhammad Zainuddin Mas’ud mengatakan, seleksi Paskibraka diawali dengan pendaftaran melalui aplikasi berbasis online.

Setelah itu, masuk ke tahapan seleksi administrasi, tes kesehatan, Peraturan Baris Berbaris (PBB). “Nilainya di-input ke aplikasi tersebut, termasuk hasil tes akademik. Selanjutnya akan dirangking oleh sistem,” ujarnya, Jumat (4/8).

Dari sekian banyak pendaftar yang mencapai 200 pelajar, untuk tingkat Kota Tarakan, yang dinyatakan lolos hanya 30 orang. Kemudian yang dikirim ke Provinsi Kaltara ada 12 siswa, mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional di Tanjung Selor.

“Dari 12 pelajar yang dikirim, terdiri dari 6 putra dan 6 putri. Ada 1 orang yang lolos hingga nasional yaitu Muhammad Rahmad dari SMA Hang Tuah. Kemudian ada 6 putri dan 4 putra yang lolos jadi paskibra tingkat Provinsi Kaltara. Yang tak lolos, kembali ke Tarakan, menjadi paskibra di sini,” ungkapnya.

Paskibraka ini nantinya akan bertugas menaikkan bendera dalam upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, maupun menurunkan bendera pada sore harinya.

Mereka yang lolos seleksi akan dilatih di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka, dimulai 1-14 Agustus 2023. Setiap harinya, latihan dimulai pukul 07.00-17.00 Wita. Untuk formasi pembawa baki, siapa yang masuk di pasukan delapan, pasukan tujuh belas, maupun pasukan empat lima. Masih akan diseleksi selama proses latihan.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, perwakilan Paskibraka asal Tarakan selalu mewakili Kaltara. Untuk menjadi Paskibraka di Istana Negara di Jakarta.

“Kami ini belum tahu formatnya. Apakah tahun ini upacara diselenggarakan di Stadion Datu Adil, atau di halaman rumah dinas wali kota. Kalau dilaksanakan di stadion, maka akan berkolaborasi dengan TNI/Polri. Tetapi kalau di halaman rumah dinas, hanya akan ada tambahan 2 pengawal. Alhamdulillah tiga tahun berturut-turut putra-putri kita mewakili Tarakan ke nasional,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru