TANJUNG SELOR – Subsisi Ongkos Angkut (SOA) Barang tahun ini dianggarkan sebesar Rp 8,5 miliar. Alokasi anggaran tersebut sudah include dengan pengawasan perjalanan.
Besaran anggaran yang dialokasikan, menurtu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Hasriyani, masih sama dengan tahun lalu. Pihaknya, akan mengevaluasi tujuan atau titik SOA Barang.
Pasalnya, titik SOA dengan melihat urgensi wilayah. Sama seperti tahun lalu, ada daerah yang tidak masuk dalam wilayah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T). “Jadi melihat kebutuhan dan berapa jumlah penduduk. Disesuaikan dengan jumlah anggaran yang dialokasikan. Jangan sampai tak sesuai,” terang Hasriyani, Kamis (9/6).
Selain itu, pihaknya juga melihat keterjangkauan. Beberapa titik tahun lalu jadi evaluasi. Wilayah yang tidak tersalurkan SOA Barang dan yang akan ditambah. Hal tersebut juga jadi evaluasi Disperindagkop dan UKM Kaltara.
Wilayah Nunukan, yang banyak mendapatkan evaluasi. Meski tidak disebutkan titik mana saja, diakui Hasriyani, banyak wilayah yang tidak seharusnya masuk wilayah 3T atau sebaliknya.
“Di Nunukan yang perlu dievaluasi. Apalagi saya mendengar masukan dari masyarakat. Bahwa ada titik yang tidak masuk 3T. SOA Barang memang prioritas, untuk wilayah yang sulit dijangkau,” tuturnya.
Saat ini, masih dalam pemetaan wilayah yang masuk dalam rute SOA Barang. Termasuk untuk tahap proses persiapan lelang. Ditargetkan bulan ini bisa selesai dan mulai berjalan SOA Barang tersebut. Namun untuk jalur darat dan sungai. Sementara jalur udara, perlu proses yang agak panjang, dari jalur sungai maupun darat.
“Targetnya bulan ini bisa running. Kecuali yang untuk pesawat menyesuaikan. Karena minimal ada dua maskapai. Untuk sungai bisa bulan ini. Apalagi tidak terlalu repot,” ujarnya. (kn-2)


