TANJUNG SELOR – Minimarket dan gerai yang menjual minyak goreng, belakangan hari ini diserbu masyarakat. Hanya untuk bisa memperoleh minyak goreng, yang dinilai langka.
Menurut Anggota Komisi II DPRD Kaltara Ainun Faridah, masyarakat seharusnya tidak perlu panic buying. Karena pemerintah daerah sudah berupaya maksimal untuk menjamin ketersediaan minyak goreng.
“Minyak goreng ini sudah aman sebenarnya. Apalagi informasinya sudah datang satu kontainer,” ungkapnya, Kamis (10/3) lalu.
Berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah, ketersediaan minyak goreng cukup sampai 18 hari. Diperlukan penegasan pemerintah daerah mengenai panic buying. Dewan juga meminta agar masyarakat berbagi dan membeli sesuai kebutuhan.
“Jangan ada keinginan untuk membeli lebih atau membeli sebanyak-banyaknya,” tuturnya.
Apabila masyarakat membeli tanpa batasan, bisa terindikasi adanya tindakan penimbunan. “Untuk kebutuhan rumah tangga biasanya satu liter bisa sampai tiga hari. Jadi sebaiknya ketika habis baru dibeli. Jangan terus-terusan beli, tanpa memikirkan masyarakat lain yang juga membutuhkan,” pintanya. (kn-2)


