Friday, 17 April, 2026

Sungai Selor Butuh Pengerukan Atasi Banjir

TANJUNG SELOR – Warga Kampung Bulu Perindu, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor meminta perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir, ketika air Sungai Kayan meluap.

Menurut Ketua RT 17 Bulu Perindu Panggalo, sesuai analisa sederhana, mengatasi ancaman air pasang. Pemerintah daerah perlu melakukan pengerukan terhadap Sungai Selor dan drainase pembuangan air diperbaiki.

“Ketika air pasang naik, baik itu akibat banjir kiriman dan sejenisnya. Daerah kami (Bulu Perindu) jadi langganan banjir. Ini tak bisa dihindari selagi akar persoalannya belum dibereskan,” ucap Panggalo, Selasa (22/3).

Pembangunan drainase sangat penting, dalam pencegahan banjir yang merendam wilayah Bulu Perindu. Apalagi ketika sudah banjir, debit air lambat surut. Akibat genangan air dengan durasi lama, membuat tanaman warga ikut rusak. Seperti kentang, ubi, cabai, dan daun bawang. Selagi pengerukan Sungai Selor belum dilakukan, maka wilayah tersebut masih terancam banjir.

Bahkan, pada tahun 2015 silam, wilayah itu terendam air hingga naik ke rumah warga. “Warga hanya berharap ada empati dan tindakan nyata dari pemerintah daerah, dalam mengatasi persoalan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Bulungan Darmawan mengatakan, banjir yang melanda sebagian beberapa titik debit air mencapai sekitar 6 meter. Tapi, tidak ada tindakan evakuasi terhadap warga. Karena banjir masih tergolong aman.

“Itu dampaknya akibat banjir kiriman dari hulu,” jelasnya. Pasca banjir, pihaknya berencana akan mendistribusikan sembako. Ini dilakukan sebagai bentuk peduli kemanusiaan akibat banjir.

Hingga kemarin (22/3), air yang merendam di beberapa titik berangsur surut. Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta waspada. Mengingat, curah hujan masih tinggi terjadi di Bulungan.

Dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan Tanjung Selor Abdul Haris Zulkarnain, kondisi hujan masih akan terjadi di Bulungan dalam beberapa hari ke depan. Meskipun hujan yang terjadi masih dalam kategori normal.

“Hujannya rata-rata terjadi dini hari, intensitas bervariasi mulai sedang sampai tinggi,” terangnya.

Menurutnya, kondisi yang ada saat ini masuk musim penghujan hingga April mendatang. Terkait genangan air yang terjadi di Tanjung Selor, karena sejumlah faktor. Mulai dari kondisi tanah yang jenuh akan air, sehingga tidak lagi dapat menyerap air hujan yang turun. Hingga faktor air kiriman dari wilayah hulu sungai dan pasang air laut.

“Untuk Tanjung Selor hujan ringan sudah menggenang, ternyata hujan lebat di hulu. Dengan kondisi cuaca hujan yang masih akan terjadi hingga April mendatang, ada potensi bencana hidrometeorologi,” imbuhnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru