Thursday, 7 May, 2026

Target Agustus Tahun Ini Dua Jembatan yang Dibangun Bisa Dilintasi

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menunjukkan keseriusan dalam upaya memperlancar transportasi masyarakat, khususnya di Hulu Sungai Kayan menuju Tanjung Selor.

Upaya yang dilakukan dengan pembangunan dua jembatan penghubung utama, di Sungai Baratan dan Sungai Nyelung. Ditargetkan bisa rampung sebelum akhir 2024. Bahkan, proses pembangunan dua jembatan tersebut ditinjau langsung Bupati Bulungan Syarwani, telah meninjau langsung beberapa proyek fisik pada tiga kecamatan di Hulu Sungai Kayan pada pekan lalu.

Bupati didampingi langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulungan Khairul. “InshaAllah ketika tak ada kendala, pembangunan Jembatan Baratan dan Jembatan Nyelung selesai sebelum akhir 2024,” ungkap Syarwani, belum lama ini.

Bupati mengungkapkan, pembangunan Jembatan Baratan mulai dikerjakan sejak 2023 dengan anggaran Rp 7 miliar. Kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan anggaran Rp 2,3 miliar. Total anggaran yang disiapkan hingga konstruksi aspal termasuk oprit di kedua sisinya sekitar Rp 9,3 miliar.

“Pembangunan jembatan ini dilakukan secara bertahap. Secara fungsional ketika tidak ada kendala, pada Agustus 2024 sudah bisa dilewati,” jelasnya.

Sementara itu, pekerjaan fisik Jembatan Sungai Nyelung mulai dilaksanakan tahun ini. “Saya harap awal tahun ini sudah terselesaikan administrasinya, mulai dari penyediaan hingga kontrak. Sehingga memiliki waktu cukup panjang untuk pengerjaan hingga tuntas 100 persen tahun ini,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Sungai Nyelung mendapat anggaran Rp 15 miliar. Dengan struktur dasar abutment (substruktur yang berada di ujung bentang jembatan) dan lantai Jembatan Bailey atau rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portable.

“Dari segi kontruksi tetap menggunakan abutment, dengan kontruksi bentang jembatan Bailey yang dilaksanakan. Namun tetap bisa dilalui dengan aman oleh masyarakat, karena mampu menopang kendaraan lebih dari 10 ton,” terangnya.

Konstruksi jembatan yang tidak bersifat permanen, mempertimbangkan langkah cepat yang harus dilakukan Pemkab Bulungan sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Kita kerjakan sesuai kemampuan keuangan pemda. Tentu nantinya juga dipikirkan pembangunan konstruksi beton baja. Namun paling tidak, kita bisa cepat tindaklanjuti permasalahan yang sering dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan, pembangunan jembatan permanen struktur rangka baja dengan kemampuan menopang beban hingga 20 ton membutuhkan anggaran sekitar Rp 32 miliar. Namun demikian, struktur bailey yang akan digunakan pada Jembatan Sungai Nyelung akan sangat layak dilewati.

Dengan lebar jembatan 7 meter, pilar abutment termasuk dilengkapi oprit sepanjang 50 meter di kedua sisi jembatan. “Ketika nantinya ada cukup anggaran untuk melanjutkan ke konstruksi baja. Maka struktur bailey jembatan ini bisa kita pindahkan ke tempat lain,” imbuhnya.

Langkah cepat dan tepat dilakukan, agar memperlancar akses masyarakat pada 3 kecamatan di Hulu Sungai Kayan. “Saya yakin dan percaya pekerjaan pembangunan jembatan ini bisa selesai sesuai target yang ditentukan,” harapnya.

Kepala Dinas PUPR Bulungan Khairul menambahkan, anggaran yang digelontorkan untuk kedua pembangunan jembatan ini memang sudah dipersiapkan pemda. Dengan harapan, pembangunan bisa dirampungkan sebelum akhir tahun ini.

“Bupati menginginkan pengerjaan pembangunan jembatan bisa tuntas. Karena ditargetkan sebelum berakhir tahun ini, masyarakat sudah bisa melintasi jembatan itu,” singkatny. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru