Friday, 24 April, 2026

Tiap Kabupaten Kota Diambil 50 Sampel

TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara mengantisipasi masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Bahkan telah mengambil sampel dari beberapa hewan ternak di Kaltara.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan DPKP Kaltara Supardi mengatakan, ratusan sampel diambil di sejumlah peternakan di lima kabupaten kota. Pengambilan sampel tersebut untuk mendeteksi keberadaan PMK. Sampel pun dikirim ke Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Ratusan sampel telah berada di Balai Veteriner Banjarbaru. Dikirimnya itu sudah seminggu yang lalu,” terangnya, Jumat (20/5).

Masing-masing kabupaten dan kota diambil 50 sampel. Hingga kini, sampel tersebut masih dilakukan pengujian. Berdasarkan koordinasi dengan pihak balai, sampel-sampel baru akan diketahui hasilnya pekan depan. Apapun hasil dari pemeriksaan ratusan sampel tersebut, akan dibuka kepada publik khususnya kepada peternak.

Sekalipun hasil uji sampel menyatakan negatif PMK, pihaknya masih terus melakukan langkah preventif. “Apakah hasilnya negatif atau seperti apa, kalau hasilnya positif kita akan publis juga. Kalau negatif kita tetap lakukan pemantauan,” jelasnya.

Sebelumnya juga dilakukan pengetatan lalu lintas hewan ternak hingga penerapan masa inkubasi 14 hari pada hewan ternak. Agar PMK tidak mewabah di Kaltara. Para peternak harus mewaspadai ternak-ternak yang didatangkan dari luar Kaltara. Khususnya dari daerah yang dipastikan terinfeksi wabah PMK, seperti halnya Jawa Timur.

Pihaknya juga telah memerintahkan dinas terkait di kabupaten kota, untuk menunda peternak mendatangkan dari luar Kaltara. “Jika harus memasukan ternak dari luar Kaltara, maka harus dipastikan kesehatan ternak itu. Harus dengan pemeriksaan laboratorium setempat dan hasilnya itu sehat dan bebas PMK,” harapnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru