Tuesday, 23 June, 2026

Tindaklanjuti Anggaran Rp 4,5 Miliar, untuk Satu Unit Mobil Damkar

TARAKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan menyambut baik rencana pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran di tahun 2024. Sebab rencana pengadaan mobil pemadam sudah dibahas sejak tahun 2019 lalu.

Anggaran Rp 4,5 miliar untuk satu unit mobil pemadam kebakaran, akan segera ditindaklanjuti. “Karena saran dan prasarana sangat kurang. Mobilnya rusak. Beberapa kejadian, mesin pompa sulit menyala. Ini harus dibenahi. Apalagi dalam beberapa bulan sudah terjadi kebakaran di wilayah padat penduduk,” ujar Ketua DPRD Tarakan Al Rhazali, Jumat (15/9).

Adanya rencana pengadaan PMK mini di setiap kelurahan, juga menjadi perhatian. Namun diprioritaskan di tempat wilayah rawan kebakaran dan padat penduduk. DPRD Tarakan menyarankan ada petugas yang siaga dan menjaga di pos PMK mini. Salah satunya petugas relawan pemadam kebakaran. Sebab jika tidak dijaga, dikhawatirkan pos PMK mini kembali tidak terawat.

“Karena sebelumnya sudah dibangunkan melalui APBN. Tapi ternyata terbengkalai dan tidak mau menyala. Mungkin harus ada yang digaji untuk itu (menjaga pos PMK mini). Dari relawan pemadam kan sudah ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PMK pada Satpol PP Tarakan Eko Santoso berharap pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran bisa direalisasi tahun depan. Namun idealnya, pihaknya menginginkan tiga unit mobil pemadam atau fire truck. Dalam unit kendaraan fire truck, ada yang dirancang khusus menembak air dan truk yang membawa sebagian air minimal 3 ton.

“Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan tingkat bangunan semakin tinggi. Ini dibutuhkan sarana pendukung mobilitas unit pemadam yang lebih memenuhi standar. Butuh keseriusanlah menambah unit armada,” jelasnya.

Kondisi tiga unit fire truk saat ini performanya sudah menurun dan butuh perbaikan. Bahkan fire truck, fungsinya hanya bisa menembak air. Sehingga masih membutuhkan truk penyuplai air. Saat terjadi kebakaran, akses mobilitas jalan juga turut menjadi perhatian.

“Kondisi fire truck di sektor Barat juga butuh pemeliharaan. Karena harus mengganti suku cadang yang rusak. Kami upayakan tetap berfungsi. Salah satunya suplai truk kami modifikasi jadi fire truck. Walaupun suplai masih bisa nembak air,” ujarnya.

Tak hanya memiliki armada fire truck dan suplai air, ada juga mobil komando. Total ada 15 armada kendaraan. Termasuk armada yang ada di sektor Utara. Upaya maksimal pemadaman, untuk menjamin perlindungan masyarakat.

Dukungan dari semua pihak sangat diharapkan, untuk membantu Pemkot Tarakan. Sehingga pengadaan fire truck bisa terealisasi. “Memang kendaraan ini harganya mahal. Kendaraan kita ini umurnya 15 tahun sampai 20 tahun. Harapan kami bisa terealisasi tahun 2024,” harapnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru