Tuesday, 21 April, 2026

Uang Pecahan Rp 100 Ribu yang Ditemukan Warga Ternyata Palsu

TARAKAN  – HASIL penelitian Bank Indonesia (BI) Kaltara terhadap pecahan Rp 100 ribu dinyatakan uang palsu. Sebelumnya temuan benda yang gambarnya menyerupai rupiah tersebut, ditemukan di salah satu toko sembako di Jalan KH Dewantara, Kelurahan Karang Balik, Tarakan Tengah, pada 23 Mei lalu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Tedy Arief Budiman melalui Deputi Kepala KPwBI Kaltara Bambang Irwanto mengungkapkan, hasil pemeriksaan dan penelitian di laboratorium BI Kaltara, uang kertas senilai Rp 100 ribu itu dinyatakan palsu.

“Pemeriksaan dan penelitian dilakukan BI Kaltara untuk memastikan penemuan uang yang diragukan keasliannya pada Senin (23/5),” tuturnya, Jumat (22/7).

Pihaknya sudah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan selama 14 hari, terhitung sejak membawa uang dari pemilik toko. “Hasilnya uang pecahan Rp 100 ribu tidak asli atau uang palsu,” tegasnya.

Langkah selanjutnya, pihaknya mengirimkan surat resmi kepada penemu uang pecahan Rp 100 ribu. Untuk menyampaikan bahwa uang tersebut tidak asli. Setelah itu akan diinventarisir oleh Bank Indonesia dan bekerjasama dengan pihak kepolisian.

“BI Kaltara telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Dalam hal ini untuk menyampaikan uang tidak asli dan menindaklanjuti sesuai kewenangannya,” ungkapnya.

Penemuan uang palsu di Kaltara ini merupakan kasus pertama di tahun 2022. Mesti begitu, pihaknya secara berkelanjutan melakukan upaya dan langkah untuk menghindari peredaran uang yang diragukan keasliannya. Salah satunya melakukan edukasi dan sosialisasi, tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah melalui 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang.

“Kami juga melakukan sosialisasi CBP (Cinta Bangga dan Paham) rupiah. Seperti yang sudah kami lakukan belum lama ini,” imbuhnya.

Sosialisasi tersebut juga sudah disampaikan dari tingkat anak sekolah hingga masyarakat. Pihaknya mengapresiasi warga Kaltara, atas penerapan 3D dalam mengidentifikasi keaslian uang rupiah.

“Apabila masyarakat masih memiliki keraguan terkait keaslian uang rupiah, dapat menghubungi Bank Indonesia,” harapnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru