TANJUNG SELOR – Moda transportasi darat antar kabupaten dan provinsi saat ini yang tersedia hanya bus Damri. Dengan rute Tanjung Selor-KTT, Tanjung Selor-Malinau dan Tanjung Selor-Berau, termasuk Tanjung Selor-Samarinda.
Bahkan, tengah diusulkan untuk penambahan rute baru, Tanjung Selor menuju Ibu Kota Negara (IKN). Usulan tersebut salah satu upaya mengkoneksikan jalur darat menuju IKN.
Menurut General Manager Damri Tanjung Selor Tri Wijono Djati, rute baru itu merupakan salah satu usulan yang diinginkan masyarakat. Sebelum mengajukan uuslan ke pusat, pihaknya telah lakukan survei.
“Hasil survei kami, masyarakat antusias ada transportasi darat dari Tanjung Selor ke IKN. Masyarakat sangat berkeinginan bisa terealisasi,” ujarnya, Minggu (10/7).
Apabila rute baru terealisasi, maka akan disiapkan armada bus yang memiliki kapasitas besar. Sebab jarak tempuh antara Ibu Kota Kaltara dengan Ibu Kota Negara, memakan waktu yang cukup lama. Dengan waktu tempuh bisa mencapai 26 jam.
“Kalau kondisi jalannya bagus, waktu tempuhnya mungkin bisa lebih singkat bisa 22 jam sudah sampai,” ungkapnya.
Direncanakan, nantinya ada dua kali pemberhentian untuk istirahat bagi penumpang. Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat Dishub Kaltara Aswandi mengatakan, dengan adanya transportasi darat akan mendukung peran Kaltara sebagai daerah penyangga IKN.
Dishub pun ikut mengusulkan bus dari Tanjung Selor ke Balikpapan hingga IKN. Karena sementara ini baru sampai Samarinda saja. “Jadi dari sekarang kita sudah siapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.
Dishub tengah lakukan komunikasi dengan Kemenhub dan Perum Damri di tingkat pusat. Agar layanan transportasi darat tersebut dapat terealisasi. Nantinya jika permintaan banyak, bukan tidak mungkin pihak swasta akan berinvestasi untuk masuk ke Kaltara. Khususnya dalam hal jalur transportasi darat.
“Kita berharap ini bisa terlaksana. Kita akan kawal usulan itu dan meminta Damri bisa lebih dahulu menghadirkan rute,” pungkasnya. (kn-2)


