TIDENG PALE – Valentine Day yang sering diperingati pada 14 Februari, sebagai hari kasih sayang setiap tahunnya. Adanya momen tersebut memberikan keuntungan bagi penjual buket bunga.
Biasanya, hari kasih sayang di kalangan muda, dengan memberikan bunga. Bahkan, di hari itu penjualan buket bunga dapat meningkat drastis dibandingkan hari biasanya.
“Alhamdulillah, ada peningkatan. Rata-rata pembeli merupakan kalangan remaja,” ucap Arhiyanti, salah seorang pemilik toko bunga di Jalan Tanah Abang, Minggu (13/2).
Perempuan yang menekuni usaha ini sejak tahun 2018 silam mengakui, pembeli setiap daerah itu bervariasi. Metode pemasaran juga berbeda. Yanti—biasa dipanggil, sebelumnya melakoni usaha ini di Kota Tarakan. Untuk mempromosikan jualan buket bunganya, Yanti memanfaatkan media sosial. Seperti Instagram, Facebook, WhatsApp dan kanal media sosial lain.
Dia menilai, cara tersebut ampuh, cukup dengan mencantumkan alamat lengkap, serta variasi harga. Maka pembeli bisa mendatangi lokasi tempatnya berjualan. Dari kalangan remaja biasanya memesan melalui Instagram. Sementara untuk ibu-ibu biasanya terpantau lewat Facebook.
“Sehari saya bisa mendapatkan ratusan ribu rupiah. Karena bukan hanya buket bunga yang dijual, termasuk menyediakan kue ulang tahun. Untuk harga bervariasi sesuai dengan pesanan,” ungkapnya.
Usaha yang dilakoni saat ini menjanjikan. Terutama bagi ibu rumah tangga atau dijadikan usaha sampingan. Di tengah pandemi Covid-19 usahanya menjadi salah satu yang terdampak. (kn-2)


