Friday, 17 April, 2026

Warga Diberi Pemahaman untuk Cegah Bahaya Laten Komunis dan Radikalisme

TANJUNG SELOR – Segala bentuk penyimpangan dan perbuatan kebhinekaan, semua umat beragama harus dapat menjaga kerukunan dalam intoleransi beragama.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT berasal dari tanah dan tidak ada membeda-bedakan antara agama satu dengan agama lain maupun kelompok – kelompok manapun. Yang mengajarkan hal – hal positif atau baik. Sehingga yang perlu diusir yang bersifat radikal atau yang menang sendiri. Menurut Ketua Pok Jalur Kaltara dan JFT Binmas Islam M. Kasman Gaffar, SE, kiranya dapat melaporkan kepada Bhabinkamtibmas. Sehingga peran Bhabinkamtibmas dapat menjaga keutuhan NKRI.

“Tujuan utama yakni memelihara kerukunan antar umat dan toleransi serta sinergitas. Menuju keutuhan NKRI, sebagai cita – cita abdi bangsa, rukun dalam bertetangga,” pesan Kasman saat memberikan pemahaman terhadap radikal kepada warga, Minggu lalu (19/6).

Menurut Kasman, tugas penceramah saat ini mendampingi pihak kepolisian dalam rangka menyampaikan bahaya laten komunis dan bahaya radikalisme. Sehingga radikal itu yang memaksakan hak – hak, kehendak, institusi dengan mengatasnamakan agama. “Apabila semua tidak melewati alur, maka itu dapat dikatakan sebagai penyimpangan agama,” tegas Kasman.

Dalam pemberian pemahaman terhadap radikalisme tersebut dihadiri Gabungan Majelis Ta’lim dari 4 desa di Kecamatan Tanjung Selor. Yakni, Desa Apung, Tanjung Agung, Bumi Rahayu dan Gunung Sari. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru