TARAKAN – Jemaah haji Tarakan dari Embarkasi Haji Balikpapan mendarat dengan selamat di Bandara Juwata Tarakan, Kamis (13/7).
Tahun ini, kedatangan jemaah haji Tarakan agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya kepulangan jemaah haji tahun ini tidak lengkap. Semula berangkat 150 jemaah haji dan tahun ini yang pulang di Tarakan hanya 149 jemaah haji. Karena satu jemaah haji meninggal dunia.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Tarakan, Muhammad Aslam mengatakan, seorang jemaah haji Tarakan bernama Sumarni binti Supri Laimbang meninggal dunia, ketika rombongan sudah sampai di Bandara Jeddah.
Tiba-tiba saja almarhumah mengalami sesak napas dan langsung ditangani dokter. Bahkan sempat dibawa ke rumah sakit King Abdullah di Jeddah.
“Namun Allah SWT berkehendak lain dan beliau meninggal di Rumah Sakit King Abadullah dan dimakamkan di Jeddah. Beliau memang ada sakit tekanan darah tinggi sudah lama. Tapi secara keseluruhan mereka sudah melaksanakan kegiatan ibadah hajinya. Padahal selama di Tanah Suci, almarhumah terlihat sehat bugar melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji,” jelasnya.
Ia mengakui, jemaah haji meninggal dunia di Mekkah sesuai hadis dijanjikan surga. Bahkan ia mengakui, ada fenomena jemaah haji yang menginginkan meninggal dunia di Tanah Suci. “Ini semua kehendak Allah sudah tetapkan. Tahun 2019 ada juga di bis dari Madinah mau ke Tarakan meninggal, itu semua kehendak Allah. Untuk keluarganya mohon bersabar,” pesannya.
Sementara itu, 149 jemaah haji yang tiba di Bandara Juwata langsung dibawa menggunakan bis menuju Masjid Islamic Center kemudian dijemput keluarga. Namun koper kecil dan air zamzam dari Bandara Juwata Tarakan dibawa ke kantor Kemenag Tarakan. Nanti pihak keluarga menjemput koper ke kantor Kemenag Tarakan.
“Mereka bisa ambil air zamzam dan koper kecil di Kemenag. Koper besar diangkut lewat darat Tanjung Selor. Kemungkinan menurut Perumda paling lama 4 hari tiba di Kota Tarakan. Jadi cuma bawa tentengan di tangan saja,” ungkapnya.
Alasannya agar jemaah haji tidak berat membawa barang dan sampai kelelahan. Terlebih jumlah jemaah lansia juga banyak. Secara keseluruhan pelaksanaan ibadah haji di 2023 berjalan lancar walau ada kekurangan.
“Nanti ada evaluasi melalui PPIH yang kurang dievaluasi. Supaya tahun depan yang ibadah haji lebih baik dari tahun ini,” harapnya.
1 JEMAAH HAJI BULUNGAN MASIH DIRAWAT DI JEDDAH
Di hari yang sama, jemaah haji Bulungan pun sudah tiba melalui Pelabuhan VIP Tanjung Selor. Dari jumlah 94 jemaah haji, satu orang yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) Arab Saudi karena ada riwayat penyakit hipertensi, jantung, dan diabetes. Sehingga, total yang tiba di Bumi Tenguyun—sebutan lain Kabupaten Bulungan, hanya 93 jemaah haji.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan Muhammad Ramli menjelaskan, ada satu jemaah tertinggal di Jeddah karena sakit.
“InsyaAllah jika sudah sehat, akan dipindahkan dan menyusul kloter berikutnya. Mudah-mudahan bisa gabung ke kloter 2,” jelasnya.
Untuk barang jemaah haji dikirim melalui jalur darat dan akan tiba pada malam hari di Bulungan. Semua barang jemaah haji dalam perjalanan menuju Tanjung Selor dari Balikpapan. Jika sudah tiba, jemaah haji bisa mengambil di Kantor Kemenag Bulungan dengan membawa paspor sebagai bukti kepemilikan.
Teruntuk bawaan air zamzam, diakuinya, jemaah sudah diperbolehkan membawa 10 liter. Namun, jemaah haji asal Bulungan masih tetap membawa hanya 5 liter.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Pemkab Bulungan Ade Irwansyah mengatakan, dengan pulangnya jemaah dalam kondisi selamat dan sehat merupakan hal yang sangat diharapkan pemerintah daerah.
“Memang ada satu yang tertinggal, mudah-mudah kembali ke Bulungan dengan selamat. Semua yang kembali ini sudah sesuai jadwal. Hanya saja dari seluruhnya, ada sebagian yang singgah di Balikpapan atau Samarinda,” singkatnya. (kn-2)


