TANJUNG SELOR – Pengurus Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kaltara, menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I yang terlaksana di Stadion Andi Tjatjok Tanjung Selor, pada 29-30 Januari.
Dalam kejurprov tersebut mempertandingkan 4 nomor, yakni Barebow, Standart Bow, Recurve dan Compound. Dengan jarak minimal 20-70 meter. Perpani Kaltara menjadikan kejurprov ini sebagai ajang seleksi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kalteng pada Juni mendatang.
Dikatakan Ketua Umum PERPANI Kaltara Steve Singgih Wibowo, setiap cabang olahraga yang lolos PON, diharuskan untuk mengikuti kejurnas.
“Untuk kejurprov pertama ini, kita persiapkan atlet agar bisa mengikuti kejurnas melalui tahap seleksi. Terhadap atlet yang meraih angka di ajang kejurprov ini tetap akan diseleksi menuju kejurnas,” kata Steve, Minggu (30/1).
Atlet yang dinyatakan bisa ikut kejurnas, lanjut Steve, dengan melihat angka maksimal yang mendekati ketentuan nasional. Dari nomor yang dipertandingkan untuk Barebow dan Standart Bow, diakui Steve, masih ada kabupaten dan kota yang belum mengembangkannya.
“Untuk awal-awal ini, nomor Barebow dan Standart Bow kita perkenalkan kepada masing-masing kabupaten dan kota. Agar bisa menciptakan atlet di nomor itu,” harap Steve.
Bahkan, dalam kejurprov tersebut juga mempertandingkan untuk usia dini. Hal itu tak lepas sebagai ajang pembinaan atlet panahan di Kaltara. Steve menambahkan, dengan dilanda pandemi Covid-19, agenda kejurprov pun sempat tertunda terlaksana. “Mudah-mudahan ke depan bisa mempertahankan sejumlah atlet ini bisa bertanding,” tukas Steve.
Dalam pelaksanaan kejuaraan tentu membutuhkan anggaran. Steve berharap agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bisa menambah anggaran untuk cabang olahraga. Cabang olahraga tidak hanya panahan, tetapi masih ada cabang olahraga lainnya. Sehingga dapat mempersiapkan atlet untuk tampil di ajang tingkat nasional. (kn2)


