TANJUNG SELOR – Antrean mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Sengkawit Tanjung Selor, sudah menjadi pemandangan yang lumrah. Baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat.
Seperti yang dilakukan salah seorang pengendara Evan. Pria berusia 24 tahun itu rela antre isi BBM karena ingin melakukan perjalanan jauh. Tapi, kalau hanya untuk perjalanan seputaran Kota Tanjung Selor, dirinya memilih mengisi di luar SPBU dengan membeli di bensin eceran. Antrean panjang menjadi polemik yang belum bisa dituntaskan pemerintah setempat.
“Persoalan sepele seperti ini, jika dibandingkan di kota besar tentu sangat berbeda,” singkatnya.
Meskipun sudah mengeluarkan aturan, hingga larangan bagi oknum pengetap. Untuk mengisi BBM berulang kali, tapi antrean kendaraan masih saja terjadi. Padahal, di Tanjung Selor memiliki tiga SPBU. Masing-masing berada di Jalan Katamso, Sengkawit dan Kilometer 4.
Bahkan pernah dilakukan penindakan, tapi hanya bersifat sementara. Setelah dibiarkan lagi, antrean panjang pun masih terulang. Anggota DPRD Bulungan Dwi Sugiarto menanggapi hal tersebut. Adanya keluhan dan masukan dari masyarakat, akan dievaluasi terlebih dahulu oleh DPRD.
Mengingat, lanjut dia, persoalan ini bukan lagi menjadi kasus yang kali pertama. Namun sudah sering terjadi dan tidak memberikan efek jera. Bagi yang menjual kembali bahan bakar, demi keuntungan pribadi.
“Itu sangat disayangkan. Sebetulnya sangat menganggu bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Hanya mengisi sekali dalam satu hari, demi menunjang keberlangsungan aktivitas sehari-hari,” terang dia saat dikonfirmasi, Senin (16/5).
Pihaknya berencana meneruskan dan menuntaskan persoalan ini diinternal DPRD. “Kalau tak ada kendala, besok (hari ini, Red) kita rencana koordinasi dengan internal DPRD mengenai persoalan ini,” ujarnya. (kn-2)


