TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mulai melakukan pembangunan Pasar Sebengkok yang pernah terbakar beberapa tahun lalu. Sesuai desain, pasar akan dibangun empat lantai dengan konsep modern.
Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, kawasan pemukiman yang berada di sekitar pasar akan ditata dan menjadi daerah percontohan. Bahkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan warga di pemukiman yang jadi korban kebakaran. Akan mengikhlaskan 20 persen lahannya untuk fasilitas umum.
“Berdasarkan pengalaman, mobil pemadam susah masuk ke dalam kawasan tersebut hingga mengakibatkan kebakaran besar. Warga pun telah komitmen untuk masing-masing orang menyumbangkan 20 persen dibuat utilitas. Termasuk jalan lingkungan 3,5 meter, drainase dan taman. Bahkan akan menjadi percontohan, di mana ada untuk sarana utilitas seperti jalur PDAM, listrik, internet, jargas, dan lain sebagainya,” terangnya, Senin (24/10).
Menurut Khairul, ketika ada utilitas yang rusak, tidak ada aktivitas bongkar jalan. Yang terkadang bisa dilakukan oleh masing-masing pemilik utilitas. Sehingga jalanan akan terlibat tambal sulam. Untuk perumahan nantinya tidak boleh membelakangi sungai.
“Rumah juga harus menghadap ke jalan semua, tidak boleh menghadap ke sungai. Karena biasanya akan membuang sampah ke sungai,” pesannya.
Pihaknya berharap kawasan pasar ini nantinya bisa menjadi destinasi wisata. Sebab di dalamnya juga akan dibangun pasar empat lantai, dengan menggunakan escalator. Pedagang yang sudah ada sebelumnya bisa kembali berjualan, sesuai syarat dan ketentuan.
Pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 9 miliar dari total anggaran Rp 70 miliar. Pembangunan akan dilakukan secara multiyears dari APBD. Karena Tarakan telah menawarkan pembangunan pasar ini ke provinsi maupun Pemerintah Pusat, tetapi tidak ada respons.
“Karena itu fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat, maka kami bangun. Nanti akan kami atur, ada penjualan ikan dan lain sebagainya. Bahkan akan ada food court yang akan terintegrasi dengan Pasar Batu yang berada di seberang Jalan Yos Sudarso. Itu perencanaan jangka panjang, gambarnya sudah ada,” bebernya.
Disinggung terkait barang asal Malaysia, apakah bisa diperjualbelikan di pasar Sebengkok. Khairul menegaskan, agar tak ada barang illegal yang dijual. Walaupun ada barang dari Malaysia, tentu harus ada izin edar.
“Barang Malaysia janganlah, boleh tetapi yang sudah ML, ada izin edarnya dari BPOM. Itu yang kami upayakan,” tegasnya. (kn-2)


