TANJUNG SELOR – Bangunan baru pasar buah di kawasan Pasar Induk Tanjung Selor telah rampung sejak Desember tahun lalu.
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bulungan tengah menyiapkan beberapa hal, sebelum pasar buah terisi oleh pedagang. Pembangunan gedung tersebut menelan biaya Rp 5,3 miliar, akan menggunakan skema seleksi bagi pedagang yang akan masuk dan berjualan.
Bangunan itu memiliki panjang 50 X 22 meter. Sedangkan bangunan yang sebelumnya akan dialih fungsikan. Pedagang yang akan memasuki bangunan ini tidak sembarangan. Berdasarkan arahan Bupati Bulungan Syarwani, pihaknya diminta selektif terhadap pedagang yang akan berjualan.
“Kita harus selektif, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diundi, siapa saja nanti yang akan berdagang. Artinya, tidak akan ada pendaftaran di awal beroperasi,” terang Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Bulungan Murtina, Senin lalu (28/2).
Disperindagkop akan memilih secara acak, yang menempati pasar buah dan sayuran itu. Termasuk menelusuri terlebih dahulu yang akan menjual. Sekaligus membahas persyaratan yang bakal mengisi pasar buah dan sayur.
“Yang sudah ada di pasar itu kita masukan dulu. Kita akan buat tim untuk menelusuri, siapa yang berhak menempatinya,” ungkapnya.
Di sisi lain, pembukaan gerai belum dilakukan. Pasalnya, bangunan tersebut harus melalui proses hibah. Pihaknya masih berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam proses hibah.
“Kalau dulu itu setahun baru bisa urus surat hibahnya, seperti di pasar ikan itu. Selama belum ada hibah dari Kemendag ke pemkab, maka belum dapat digunakan,” ujarnya. (kn-2)


