Thursday, 16 April, 2026

Bersinergi untuk Menerangi Desa di Kaltara

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara H Zainal Arifin Paliwang, mengajak masyarakat agar memanfaatkan listrik yang diupayakan pemerintah demi kelancaran kehidupan sehari-hari. Dikatakannya, pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah pihak agar desa-desa di Kaltara dapat dialiri listrik. Baik itu dari PLN Persero maupun non-PLN. Ini bertujuan agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kendala penerangan di provinsi termuda ini.

“Mudah-mudahan PLN dapat terus bersinergi dengan pemerintah untuk menerangi desa di Kaltara,”ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Tahun ini pemerintah melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara tengah mengusulkan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) PLN sebanyak 1.500 sambungan baru. Teranyar, jumlah tersebut tinggal menunggu verifikasi yang akan dilakukan Kementerian ESDM.

“Untuk anggarannya, insyaallah bakal dibiayai menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Untuk jumlahnya kita sudah usulkan, namun keputusannya tetap dari Kementerian ESDM,” jelasnya.

Kemudian, melalui pembiayaan pemprov sendiri, juga telah diusulkan. Dalam hal ini sebanyak 50 sambungan baru akan dibiayai menggunakan APBD tahun ini untuk sambungan baru di Kabupaten Nunukan. Sebelumnya, pada tahun 2020 juga telah dilakukan di Kota Tarakan sebanyak 85 sambungan baru.

“Sementara pada 2021, ada 150 sambungan baru yang tersebar di tiga kabupaten yaitu, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, dan Tana Tidung, di mana masing-masing mendapatkan kuota 50 sambungan baru,” sebut dia.

Terpisah, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltara Deni Yusdianto, menyebut Program Bantuan Pasang Baru Listrik Gratis tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di desa terpencil. Teknisnya yaitu Tim ESDM melakukan koordinasi ke kabupaten/kota agar mengajukan pengusulan calon penerima bantuan.

“Dari usulan tersebut Pemprov Kaltara akan melakukan validasi dan verifikasi data yang kemudian dibuatkan surat keputusan (SK) penerima bantuan. Setelah itu diserahkan ke PLN untuk proses verifikasi teknis dan pemasangannya,” jelasnya.

Dari total 482 desa se-Kaltara, baru 71,16 persen atau 343 desa di Kaltara yang masuk ke dalam program Desa dan presentase rasio elektrifikasi sudah mencapai 80,71 persen hingga akhir 2021. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru