TANJUNG SELOR – Untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kaltara gelar operasi pasar minyak goreng kemasan 2 liter, dengan harga Rp 28 ribu.
Operasi yang digelar di halaman Kantor Disperindagkop Kaltara, kemarin (15/3), dipadati sejumlah masyarakat. Hingga menimbulkan antrean panjang. Meskipun sempat terjadi kepadatan, namun masyarakat diatur untuk bisa mendapatkan minyak goreng.
Bahkan, dalam operasi tersebut Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang turut meninjau. Dia mengatakan, pihaknya beserta satgas tetap memonitor ketersediaan minyak goreng di lima kabupaten/kota. “Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) sudah kita bongkar tiga kontainer minyak goreng secara bertahap. Sudah juga didistribusikan di beberapa tempat,” terang Zainal.
Dalam satu kontainer ada sekitar 19 ribu liter minyak goreng. Dengan adanya operasi pasar ini, Zainal menyakini sangat efektif untuk masyarakat. “Bisa kita lihat saat ini, sudah banyak yang menjual. Seperti toko-toko kecil dan pusat perbelanjaan. Untuk daerah Sebatik dan Nunukan juga tidak ada masalah. Insya Allah untuk di Kaltara, ketersediaan minyak goreng tak masalah,” tuturnya.
Zainal menegaskan, untuk ketersedian minyak goreng jelang Ramadan dan Idul Fitri masih dalam tahap pemesanan. “Jadi masalah kelangkaan minyak goreng ini bukan hanya di Kaltara saja. Masalah ini dirasakan di seluruh Indonesia, saya prediksi pemilik Crude Palm Oil (CPO) ekspor ke luar negeri dibanding mengirim ke pabrik,” tegasnya.
Terjadinya kelangkaan minyak goring, Zainal mengimbau masyarakat tidak terlalu resah. Pasalnya pemerintah akan selalu berupaya mendatangkan minyak goreng.
“Pemerintah tak tinggal diam, tetap berusaha khususnya di Kaltara ini. Pemerintah selalu berusaha mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop Kaltara Hasriyani mengatakan, dengan adanya operasi pasar yang dilakukan untuk memenuhui kebutuhan masyarakat dinilai efektif.
Namun, kata Hasriyani, efektif itu tergantung dari masyarakat. Pasalnya, di hari yang sama salah satu retail lokal yang ada di Tanjung Selor menjual minyak goreng. Akan tetapi, masyarakat lebih berkonsentrasi ke operasi pasar.
“Sebenarnya ketersediaan minyak goreng di wilayah kita ini (Tanjung Selor) terpenuhi, bahkan cukup. Saya turun ke lapangan menanyakan harga minyak goreng, harganya mencapai Rp 30 ribu per liter,” ungkapnya. (kn-2)


