TIDENG PALE – Dalam kepemimpinan Bupati KTT Ibrahim Ali bersama wakilnya Hendrik, berupaya mewujudkan KTT Bermartabat, Sejahtera, Indah dan Humanis (Bersih).
Pada 26 Februari lalu, masa kepemimpinan Ibrahim Ali-Hendrik tepat berusia setahun. Selama setahun tersebut, Bupati KTT Ibrahim Ali akan mengevaluasi pencapaian program kerja. “Kita telah paparkan program-program yang akan dilakukan. Insya Allah, tahun 2022-2024 grand desain program sudah dibuat,” terangnya, belum lama ini.
Ketika program telah dibuat, maka Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tinggal melaksanakannya. Dari 10 program prioritas telah dibagikan masing-masing stakeholder.
“Grand desain kita itu sudah paten dalam lima tahun. Tinggal nanti kita melihat pencapaian itu. Bakal dievaluasi satu kali dalam sebulan,” jelasnya.
Dari evaluasi tersebut, ada skor berupa penilaian. Bagi kepala OPD atau para eselon II, yang belum maksimal pencapaian kinerja. Maka dilakukan evaluasi, meskipun tidak ada sanksi bagi OPD yang belum bisa mencapai target.
“Kalau tak mampu mencapai target, maka kita akan ganti para eselon II yang lebih mumpuni. Cari yang betul-betul memiliki kecakapan, kemampuan di bidangnya,” tegas Ibrahim.
Dalam masa kepemimpinan Ibrahim- Hendrik, telah mempersiapkan 10 program prioritas. Meliputi, KTT Bersih. Merupakan program berupa pelayanan yang berbasis transparansi dan menghindari segala bentuk Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Selanjutnya, program KTT Pintar, dengan pemberian perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik. Mulai satuan pendidikan tingkat PAUD, SD dan SMP. Termasuk adanya alokasi anggaran beasiswa sekitar Rp 1 miliar bagi mahasiswa.
Program selanjutnya, KTT Terang. Pemerintah daerah telah memberikan pelayanan listrik 24 jam di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir dan Desa Seputuk, Kecamatan Muruk Rian. Program berikutnya, KTT Digital. Pelayanan spot wifi gratis pada fasilitas publik. Program KTT Melayani, merupakan model pelayanan yang bersifat cepat, mudah dan efektif.
Bahkan, ada juga program KTT Sehat, kunjungan dokter keliling. Sekaligus peningkatan mutu fasilitas kesehatan dan upaya kenaikan tipe Rumah Sakit dr Akhmad Berahim.
Lalu ada program KTT Berdaya. Program ini merupakan model penguatan pada semua lini sektor. KTT Indah, berupa pengembangan sektor potensial yang dimiliki, seperti pengembangan wisata dan sejenisnya. Terakhir, program KTT Ada dan Desa Cermat. Penggelolaan dana desa tepat guna dan sasaran, untuk peningkatan sumber daya desa yang berkualitas. (kn-2)


