TARAKAN – Mantan atlet timnas Indonesia, Boaz Solossa soroti fasilitas Stadion Datu Adil Tarakan yang tidak layak. Menurutnya, lapangan tersebut harus diperbaiki.
Bermain di lapangan Stadion Datu Adil, Boaz mengaku ada beberapa hal yang harusnya menjadi perhatian dan bisa diperbaiki. Terutama dari sisi lapangan yang ada, ia pun bermain sangat hati-hati dengan kondisi lapangan yang seadanya.
Menurutnya para pemain sepak bola dari Kaltara memiliki kemampuan bermain yang sangat baik. Punya kecepatan dan strategi yang baik. Jika bermain di lapangan yang sebaiknya, ia meyakinkan para pemain bisa memiliki prestasi lebih baik. Dengan lapangan yang baik, atlet Kaltara juga bisa menuju ke atlet Indonesia.
“Saya juga dulu awalnya bermain di lapangan yang seperti ini. Semua pemain profesional pasti sama. Tapi, setelah bermain profesional dan kembali ke lapangan seperti ini, ya pasti sangat berhati-hati. Karena lapangan kondisinya, kurang bagus. Padahal pemainnya sangat bagus, tetapi lapangannya bisa dikatakan tak layak,” ungkapnya.
Ia menilai Kaltara memiliki generasi atlet yang berpeluang untuk menjadi pemain luar biasa. Mesti belum bertemu dengan pelatih yang bisa memoles dan mengatur kedisplinan. Dengan jam terbang yang lebih tinggi, sekarang ini sudah bisa bermain dengan kualitas yang baik.
“Skill dan cara bermain yang baik di lapangan seperti ini saja, kualitasnya sudah bagus. Apalagi kalau bermain di kualitas lapangan yang bagus, pasti lebih baik lagi,” tuturnya.
Boaz mengungkapkan kedatangannya ke Kaltara terbilang mendadak, berangkat dari Jayapura langsung transit Makassar dan setibanya di Tarakan hanya berganti baju, kemudian turun lapangan. Meski kesempatan yang terbatas, ia mengatakan pertandingan cukup luar biasa.
“Namanya juga sepak bola, siapa yang beruntung dia yang menang. Kedua tim bermain sangat baik. Mungkin Tim Bunyu FC yang kurang beruntung, tim sebelah lebih beruntung. Semoga pertandingan lainnya bisa menghadirkan pemain bintang untuk semangat generasi di Tarakan. Saya sendiri bisa mendatangkan suporter yang banyak, apalagi kalau Timnas lain ikut bermain,” harapnya.
Kunjungan perdana Boaz Solossa, mantan Tim Nasional sepak bola Indonesia ke Tarakan untuk main bersama tim Bunyu FC. Memberikan motivasi untuk para pemula di Kaltara. Kehadiran Boaz ini sekaligus memberikan gambaran untuk bisa bermain di kompetisi yang sebenarnya.
“Kehadiran saya dengan animo masyarakat yang ada, memberikan motivasi bahwa mereka juga pasti bisa,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan Agustina Momongan mengaku, sudah berupaya untuk memelihara lapangan Stadion Datu Adil. Namun, karena saat ini masih dalam kondisi musim hujan, sehingga memperburuk kondisi lapangan.
“Stadion yang kita miliki ya itulah (Stadion Datu Adil) adanya. Kami sudah lakukan pemeliharaan pelan-pelan. Tapi, memang sekelas Timnas, Boaz memberikan solusi baik juga. Di daerah juga jadi motivasi, bagaimana ke depan kita punya stadion yang lebih layak untuk Timnas. Bertahaplah, untuk perbaikan dan pemeliharaan stadion, termasuk di ruangan nanti,” singkatnya. (kn-2)


