Thursday, 16 April, 2026

Masjid Ramlie Musofa, Jakarta Utara, yang Didirikan dengan Harapan seperti Taj Maha

Keelokan Masjid Ramlie Musofa menjadikan masjid di Jakarta Utara ini kerap jadi pilihan tempat ijab kabul dan foto pra-pernikahan. Tak boleh ada yang membawa “bendera A, B, atau C” ke dalam masjid.

SUGIH MULYONO, Jakarata Utara

Ada alasan khusus kenapa Ramlie Rasidin ingin menyerupakan masjid yang dia bangun di dekat Danau Sunter, Jakarta Utara, dengan Taj Mahal. Dia ingin agar masjid yang kemudian diberi nama Ramlie Musofa itu bertahan lama, begitu pula para jemaahnya.

“Almarhum berharap masjid ini serupa Taj Mahal yang tahan beratus tahun. Tapi, bukan bangunannya saja, orang-orang yang beribadah di sini juga tahan beratus tahun,” jelas Musofa Sofyan, pengurus masjid sekaligus anak Ramlie Rasidin, kepada Jawa Pos, Rabu dua pekan lalu (22/3).

Gaya arsitektur masjid yang mulai dibangun pada 2011 dan selesai pada 2016 itu memang mirip dengan bangunan terkenal dari India tersebut. Ada pula sentuhan ornamen Mandarin yang melengkapi keindahan masjid yang terletak di Jalan Danau Sunter Raya Selatan Blok 1/10 Nomor 12C–14A, Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu.

Keelokan itu pulalah yang membuat masjid tersebut banyak dipilih sebagai tempat melangsungkan ijab kabul dan foto pra-pernikahan. “Di sini ijab kabul dan foto pre wedding itu gratis. Begitu juga kegiatan lainnya,” ungkap Sofyan.

Sofyan menambahkan, sang ayah mendirikan masjid karena ingin membuktikan kecintaannya kepada Islam, kepada Allah, Rasulullah, serta Alquran. Terlebih, menurutnya, etnis Tionghoa seperti dia dan keluarga kerap dianggap sebagai ”Islam KTP”.

“Jadi, almarhum ingin membuktikan bahwa minoritas seperti kami juga bisa memberikan kontribusi untuk Islam Indonesia, khususnya Jakarta,” terangnya.

Namun, proses pembangunan masjid, tutur Sofyan, memang membutuhkan waktu cukup lama. Sebab, masjid tersebut terletak di lingkungan dengan warga mayoritas nonmuslim. Otomatis butuh persetujuan dari warga sekitar yang berjumlah 88 kepala keluarga.

“Nah, dari saat sosialisasi kepada warga itulah ada persyaratan-persyaratan yang diajukan. Salah satunya, tidak boleh menggunakan toa masjid,” bebernya.

Bahkan, warga sekitar sebenarnya juga tidak membolehkan penggunaan beduk. Namun, terkait hal tersebut, almarhum ayahnya bernegosiasi. “Jadi, almarhum bilang beduk kan paling cuma satu menit, seperti lonceng di gereja juga. Nah, akhirnya warga setuju dan membolehkan beduk,” tuturnya.

Sedangkan terkait toa, kata Sofyan, almarhum sang ayah menyetujui. Salah satunya karena didasari bahwa toa masjid tergolong teknologi baru.

“Toa itu paling baru 100 tahun ada. Islam sendiri sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan tanpa toa, Islam pun jaya,” katanya.

Sebagai ciri identitas, ditambahkan Sofyan, Masjid Ramlie Musofa sengaja diberi ornamen Tiongkok. Salah satunya berupa tulisan. Tulisan Mandarin di sisi kanan-kiri tangga utama masjid, misalnya, merupakan terjemahan dari Surat Al Qaariah yang memperingatkan tentang hari kiamat.

Sofyan mengakui, dirinya kerap ditanya jemaah terkait aliran yang dianut Masjid Ramlie Musofa. Dia pun sempat menanyakannya kepada sang ayah semasa hidup.

“Nah, terus Babe bilang selama kamu percaya sama Allah, Rasulullah, dan Alquran, silakan salat di sini. Tidak peduli kamu bendera A, B, C,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Sofyan, saat dirinya hendak menjadi pengurus masjid, almarhum ayahnya pun hanya memberi satu syarat: tidak boleh membawa bendera apa pun, baik dari ormas keagamaan maupun kemasyarakatan.

Khusus menyambut Ramadan, pihaknya telah menyiapkan dari jauh hari. Dimulai dari perbaikan-perbaikan bagian masjid yang rusak. Termasuk mengecat ulang.

Sedangkan, untuk kegiatan selama Ramadan, pihaknya menyiapkan takjil sebanyak 100 boks setiap hari. Meski memang tidak ada program khusus yang dihelat selama bulan suci.

“Kalau setiap Ramadan, insya Allah dari mulai subuh sampai isya itu ramai,” katanya. (*/c6/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru