TANJUNG SELOR – Warga Jalan Sei Bilal RT 20, Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, dihebohkan dengan peristiwa dugaan pembakaran bom molotov, di halaman Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID), Jumat (9/9).
Polres Nunukan pun telah memasang garis polisi di gereja tersebut. Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, motif terjadinya peristiwa ini sedang didalami. Dalam pengungkapan motif tersebut memerlukan waktu, untuk proses penyelidikan.
“Untuk motif masih kami dalami, saat ini dalam penyelidikan,” terangnya, kemarin (9/9).
Bahkan, Kapolres membenarkan, kejadian serupa terjadi pada dua lokasi yang berbeda. Pertama di rumah ibadah dan kedua terjadi di salah satu rumah warga. Namun di rumah warga bom molotov tersebut belum sempat membakar.
“Kejadiannya ada dua TKP (Tempat Kejadian Perkara). Kejadian yang di rumah warga itu di Jalan Pangeran Antasari Nunukan, bom molotov gagal membakar,” ungkapnya.
Kapolres menegaskan, bahwa bom molotov itu tidak meledak, melainkan hanya membakar. Setelah mendapat laporan tersebut, jajaran kepolisian bergegas mendatangi lokasi. (kn-2)


