Friday, 24 April, 2026

Pembangunan KIHI Beri Dampak terhadap Pertumbuhan Ekonomi

TARAKAN – Presiden sudah melakukan groundbreaking terhadap Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) pada 21 Desember tahun lalu, di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

KIHI memiliki luas 16.128 hektare dengan kebutuhan total investasi sebesar USD 132 miliar atau setara Rp 1.848 triliun. KIHI akan ditenagai dengan listrik yang dihasilkan PLTA dan panel surya, digunakan secara khusus. Untuk melistriki berbagai industri di dalamnya tanpa menimbulkan waste product.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara Tedy Arief Budiman mengakui, pada groundbreaking Indonesia di Morowali Indonesia Park tahun 2014 lalu, dampak yang diberikan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat besar.

“Untuk mendukung suksesnya pembangunan KIHI, tentu diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai stakeholder terkait. Agar berbagai tantangan dapat dilewati dan potensi pembangunannya terhadap Kaltara digunakan dengan maksimal,” ujarnya, dalam laporan perekonomian Provinsi Kaltara semester 1, Kamis (24/2).

Perekonomian Kaltara yang masih didominasi oleh sektor pertambangan, menjadikan Kaltara sangat bergantung pada produksi batu bara. Hal ini menjadi tantangan tersendiri. Mengingat komitmen pemerintah untuk mulai menggantikan pembangkit-pembangkit batu bara, yang menggunakan energi terbarukan.

Selain itu, beberapa mitra dagang utama telah memberikan sinyal untuk meninggalkan batu bara sebagai sumber energinya. Ke depannya, perdagangan batu bara mentah menjadi kurang positif.

“Pemerintah Indonesia, khususnya Kaltara berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan green energy di Kaltara. Salah satunya adanya komitmen membangun KIHI di Tanah Kuning,” ungkapnya.

KIHI seluas 16.128 hektare ini akan dikembangkan menjadi 30 ribu hektare, dikelola oleh dua perusahaan yakni PT KIPI dan PT ISI. Seluruh total investasi akan didanai sepenuhnya oleh swasta dan konstruksi. Ditargetkan selesai pada 2024 dan operasional secara bertahap dilakukan mulai 2023-2029.

“Konsep energi hijau diangkat, karena listrik yang dihasilkan dari PLTA dan panel surya akan digunakan secara khusus,” ujarnya.

BI Kaltara, kata Tedy, secara konsisten terus melaksanakan berbagai program untuk mendukung kesiapan Kaltara dalam pembangunan KIHI. Diantaranya, melalui program pengembangan klaster komoditas padi, udang dan bawang merah. Untuk mendukung ketahanan pangan.

Sebagai bentuk persiapan menghadapi potensi kenaikan demand padi. Sehingga inflasi tetap terjaga. Selain itu, BI Kaltara juga memberikan program beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa serta pengembangan UMKM. Melalui pelatihan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru