Wednesday, 29 April, 2026

Tim Kemendag Antisipasi Kekosongan Minyak Goreng

TIDENG PALE – Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM KTT mengawal proses  pemeriksaan tim dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk mengecek dan memastikan minyak goreng satu harga.

Tim Kemendag tersebut memantau di kabupaten dan kota di Kaltara. Hal tersebut sesuai edaran Menteri Perdagangan, bahwa harga minyak goreng ditetapkan Rp 14 ribu per liter. Tim Kemendag menyasar 9 toko atau agen, untuk dilakukan pemeriksaan. Tiga toko diantaranya ditemukan stok terbatas dan ada yang kosong.

Pemeriksaan ini juga memastikan minyak goreng tersebut didatangkan dari wilayah mana. “Jangan sampai para agen ini membeli dengan harga murah. Lalu dijual dengan harga tinggi, ini yang perlu diantisipasi,” jelas Kepala Disperindagkop UMKM KTT Hardani Yusri melalui Kabid Perdagangan Rico Ardianto, Kamis (24/2).

Pengecekan langsung ke  gudang setiap agen minyak goreng. Pantauan dilakukan agar harga minyak goreng bisa kembali stabil. “Kami sedang melakukan pemantauan langsung di toko-toko, agen dan toko konvensional. Untuk  memastikan stoknya ada atau tidak. Sekaligus mendata kebutuhan akan minyak goreng bagi masyarakat KTT,” ujar Putu Budi perwakilan tim Kemendag.

Menurut Putu, hasil pantaun di beberapa toko, stok aman dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk sepekan ke depan. Namun, masih diperlukan stok sebagai antisipasi bila terjadi kekosongan minyak goreng. Mengingat di KTT ini, belum ada distributor. Barang selalu didatangkan dari tempat lain.

Di Kaltara cost transportasi masih dibebankan ke harga barang. Terpenting selama bisa dipertanggungjawabkaa pelaku usaha dan didapatkan dari distributor. “Kita tegaskan harus sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi),” tegas Putu.

Apabila kenaikan harga barang salah satu faktor penghambat pada jalur distribusi. Maka ini perlu dikoordinasikan bersama Disperindagkop. Bagi pelaku usaha di KTT, jika masih mengandalkan minyak goreng stok lama disarankan secepatnya dihabiskan.

“Kita fokus cari informasi sebanyak-banyaknya. Untuk mengetahui dimana letak persoalannya,” imbuhnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru