Thursday, 25 June, 2026

Pengerjaan Jalan Lingkar Krayan, Tanpa Lelang

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Perkim) Kaltara akan mengerjakan Jalan Lingkar Krayan di Kabupaten Nunukan.

Dinas PUPR Perkim Kaltara lakukan penunjukan langsung tanpa lelang terlebih dahulu, untuk menangani Jalan Lingkar Krayan tersebut. Kepala Dinas PUPR Perkim Kaltara Helmi mengatakan, Pemprov Kaltara segera mengalokasikan anggaran Rp 15 miliar, untuk tangani Jalan Lingkar Krayan. Sebagai tahap awal, lakukan pertemuan dengan pihak kontraktor untuk kepengurusan administrasi.

“Dilaksanakan penunjukkan langsung dan dikeluarkan kebijakan dari Pemprov Kaltara. Senin ini (hari ini, Red) dilakukan pertemuan dan proses administrasi. Setelah selesai langsung bisa dikerjakan,” terangnya, Minggu (1/10).

Link jalan yang akan dilakukan penanganan, terbagi menjadi dua. Pertama dari Long Bawan menuju Long Layu, dianggarkan Rp 5 miliar. Selanjutnya, dari Long Layu ke Binuang sebesar Rp 10 miliar. Penanganan Jalan Lingkar Krayan menjadi darurat, sebab bila tidak ditangani dapat mematikan perekonomian masyarakat. Dikarenakan kondisi jalan yang sulit dilalui.

“Karena ini urgen, jadi dilakukan penunjukan langsung. Kami sudah membahasnya dengan Gubernur Kaltara dan saat ini berproses,” ungkapnya.

Melihat situasi dan kondisi yang ada, ia mengakui ada kesulitan dalam menangani jalan itu. Terdapat sejumlah jembatan yang terputus. Kemudian kesulitan dalam memasukkan material menjadi kendala. Pihaknya mencari solusi yang tepat, untuk dapat memasukkan material ke lokasi.

“Krayan itu ada jembatan. Material untuk galian C menghampar agregat, harus dipikirkan memasukannya. Untuk bahan bakar pun sulit. Alat berat pasti membutuhkan bahan bakar. Ini yang akan kita carikan solusinya,” tutur Helmi.

Menurut Helmi, link jalan itu cukup panjang. Apalagi jembatan putus dan harus diperbaiki. Tidak mudah melewati jalan itu. Jembatan yang terputus atau hampir putus, akan dibongkar terlebih dahulu. Kemudian diperbaiki dengan mencari kayu log.

Pihaknya akan merekonstruksi kembali jembatan sehingga bisa dilalui. “Posisi yang menjadi kendala memang jembatan. Saat ini tengah dicari kayu log, untuk disusun kembali dan diupayakan bisa fungsional,” harapnya.

Kemudian, pihaknya akan menangani titik-titik yang sulit dilalui dan menjadi keluhan masyarakat. Nantinya ke depan, setiap ruas jalan memang harus ada pemeliharaan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru