TARAKAN – Pertumbuhan kredit atau pembiayaan yang disalurkan oleh bank di Provinsi Kaltara pada Mei 2023 tercatat mengalami peningkatan sebesar 7,77 persen yoy, dengan total outstanding Rp 14,98 triliun.
Capaian tersebut lebih tinggi, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 7,52 persen yoy. Sejalan dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat yang tercermin dari tingginya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia (BI).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Wahyu Indra Sukma mengatakan, pertumbuhan kredit periode laporan didukung dengan kualitas kredit yang masih terjaga. Dengan NPL gross di level 0,84 persen, masih dibawah threshold NPL sebesar 5 persen. Sejalan dengan penyaluran kredit, Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Provinsi Kaltara pada Mei 2023 juga meningkat sebesar 20,44 persen yoy. Lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 20,09 persen yoy.
Peningkatan pertumbuhan DPK periode laporan didorong oleh seluruh komponen DPK, khususnya pada komponen tabungan yang meningkat 2,96 persen yoy, lebih tinggi daripada bulan sebelumnya. Yang tercatat sebesar 1,69 persen yoy.
“Kondisi itu sejalan dengan normalisasi spending masyarakat, pasca momen HBKN Idulfitri 1444 H pada April lalu. Total nominal DPK yang dihimpun perbankan di Kaltara tercatat sebesar Rp 18,36 triliun,” ujarnya, Senin (24/7).
Dengan demikian, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 81,56 persen. Capaian LDR ini mengindikasikan perbankan mampu menjalankan fungsi penyaluran dana yang dikumpulkan melalui nasabahnya, kepada sektor riil (intermediasi).
Peningkatan pertumbuhan total kredit pada bulan laporan didukung oleh peningkatan pertumbuhan kredit pada Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi (KK). KI pangsa 30,46 persen mengalami pertumbuhan sebesar 4,95 persen yoy, meningkat dibandingkan dengan April 2023 yang juga tumbuh sebesar 4,83 persen yoy. Dengan outstanding sebesar Rp 4,56 triliun.
Peningkatan ini sejalan dengan akselerasi pembangunan infrastruktur dan proyek strategis di Kaltara. KK pangsa 36,89 persen meningkat 9,66 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,33 persen yoy. Dengan nominal Rp 5,53 triliun.
“Sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat dampak pembebasan PPKM sejak awal tahun 2023. Serta tingginya optimisme masyarakat yang tercermin Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 130,62 bahkan lebih tinggi dibandingkan IKK sebelum masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kredit Modal Kerja (KMK) pangsa 32,65 persen tetap tumbuh positif, meskipun mengalami perlambatan. KMK mengalami pertumbuhan 8,39 persen yoy, termoderasi dibandingkan April 2023 sebesar 9,22 persen yoy. Dengan outstanding sebesar Rp 4,89 triliun. Peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit pada pertengahan triwulan II 2023 ini diyakini merupakan cerminan optimisme perbankan di tahun 2023. “Sejalan dengan permintaan domestic, yang tetap kuat didukung akselerasi pembangunan sejumlah proyek strategis di Kaltara,” imbuhnya. (kn-2)


