Tuesday, 21 April, 2026

Porprov Bukan Patokan Lolos Pra PON

TARAKAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara menampik adanya tebang pilih atau mengatur atlet yang akan mengikuti ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (PON).

Diketahui, Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ibrahim Ali menuding KONI Kaltara tidak mengikutsertakan atlet atletik yang meraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara, untuk berlaga di Pra PON.

“Kalau KONI ini tidak punya atlet, tapi yang punya atlet itu dari cabor. Jadi itu (pengiriman atlet ke Pra PON) domainnya cabor,” ungkap Ketua KONI Kaltara Muhammad Nasir, Jumat (21/7).

Meski bukan kewenangan dari KONI, namun pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kaltara. Untuk menjelaskan terkait teknis pengiriman atlet yang berlaga di Pra PON. Sekaligus memastikan atlet yang dikirim ke Pra PON, merupakan atlet yang berpeluang lolos ke PON XXI di Sumater Utara-Aceh.

Pihaknya pun berharap, cabor yang akan berangkat ke Pra PON bisa lebih matang dalam mengirimkan atlet. Pihaknya nantinya akan menanyakan kepada PASI Kaltara terkait alasan atlet KTT yang tidak diikutsertakan ke Pra PON.

“Contohnya cabor terukur dan di Pra PON kita ikut zona dengan beberapa provinsi lain. Kemudian di provinsi lain, misalnya lari 500 meter menempuh 5 menit sementara atlet kita 15 menit, jadi masa kita mau kirim. Walaupun dapat medali emas di Porprov,” jelasnya.

Ia menegaskan, ajang Pra PON cabang atletik tidak hanya dilakukan sekali. Namun akan dilakukan beberapa kali hingga Desember mendatang. Sehingga dari PASI Kaltara bisa memetakan, atlet mana saja yang akan dikirim nantinya ke Pra PON.

“Untuk itu, cabor yang memiliki kewenangan menentukan atlet yang berlaga di Pra PON. Kemudian cabor yang mengetahui kemampuan para atlet, pada saat dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Pihaknya berkomitmen tetap akan mendukung semua cabor yang akan berangkat ke Pra PON. Ia memastikan, KONI tetap akan pada tugasnya. Mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan oleh cabor termasuk Pra PON.

“Bukan berarti juara di Porprov sudah harus dikirim ke Pra PON. Cabor harus melihat juga track record di provinsi lain. KONI tidak bisa mengintervensi cabor. Di cabor juga sudah ada pelatih dan manajer,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru