TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara belum mengumumkan hasil Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemprov Kaltara.
Menurut Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, pengumuman hasil selter akan diumumkan dalam waktu dekat. Akan tetapi, ada yang menjadi penegasan dalam proses Selter hingga pengumuman. Baik peserta maupun panitia, dilarang melakukan upaya transaksional.
“Saya tegaskan pada panitia selter ini, jangan ada transaksional. Jika saya tahu ada transaksional akan saya pidanakan,” tegasnya, belum lama ini.
Menurutnya, baik yang menyerahkan maupun menerima sogokan untuk mendapatkan jabatan. Maka, keduanya harus bertanggungjawab. Kemudian, peserta secara otomatis akan digugurkan. Gubernur menginginkan peserta yang mampu berdaya saing. Bukan yang mengandalkan orang dalam atau sogokan.
“Saya memilih pejabat yang terbaik dari yang baik,” imbuhnya.
Terdapat beberapa peserta yang terpapar Covid-19. Gubernur pun meminta semua pihak bersabar. Tidak melakukan hal yang merugikan panitia maupun peserta. Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi JPT Pratama Bastian Lubis mengatakan, ada empat penilaian dalam seleksi ini. Meliputi, rekam jejak, penulisan makalah, presentasi, dan wawancara. Sejauh ini, ia menilai para peserta yang mengikuti seleksi JPT Pratama, hasilnya bervariasi.
Ada yang sudah berpengalaman di bidang yang dipilih sehingga memudahkan peserta tersebut. Beberapa kompetensi yang dinilai, terutama saat wawancara bobotnya memang tinggi dan memang bervariasi.
“Dalam seleksi itu, diketahui ada juga yang berpengalaman, yang memang implementasinya sudah menguasai. Bahkan ada yang sama sekali belum pernah mengikuti selter,” tutur Bastian. (kn-2)


